sholat nisfu sya'ban

Sholat Nisfu Syaban, Sunnahkah? Berikut Penjelasannya

Nisfu syaban adalah waktu yang menandakan pada pertengahan bulan Sya’ban. Bulan sya’ban merupakan salah satu bulan yang penuh berkah. Pada pertengahan bulan Syaban biasanya mat muslim bergembira karena sebentar lagi akan menyambut Ramadan bulan yang penuh berkah. Biasanya saat pertengahan atau nisfu sya’ban umat Muslim memanfaatkannya dengan saling bermaafaan.

Sholat Nisfu Syaban

Mendekati bulan puasa tentu kita ingin menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa ada rasa amarah dan sebagainya. Seperti yang diketahui kalau di bulan ramadhan Umat Islam akan menjalankan puasa wajib sebulan penuh. Dimana dalam berpuasa selain menahan rasa lapar dan dahaga juga harus menahan hawa nafsu.

Hawa nafsu yang dimaksud salah satunya adalah menahan rasa amarah karena itu pertengahan bulan sya’ban dimanfaatkan untuk bermaafan agar tidak ada amarah saat menjalankan puasa. Selain itu setiap amalan yang dilakukan di pertengahan bulan Sya’ban juga dinyakini mendapat pahala berlebih karena merupakan malam yang berkah.

Hukum tentang Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan malam nisfu syaban. Hadits-hadits tersebut ada yang shahih, ada yang dhaif, bahkan ada pula yang palsu. Kebanyakan dari hadits yang menjelaskan tentang nisfu syaban memiliki perawi yang janggal atau pendusta sehingga hadits menjadi kategori palsu.

Ada pula hadits dengan sanad yang goncang atau tidak kuat, tetapi masih ada yang menshahihkan karena dinilai bukan suatu kelemahan yang parah. Beberapa hadist kebanyakan dianggap dhaif oleh sebagian besar para ulama. Lalu bagaimana sikap para ulama terhadap hal ini?

Para ulama banyak yang memperselisihkan mengenai perkara ini. Beberapa murud yang membenarkan tentu mengamalkan amalan-amalan di malam nisfu syaban. Sedangkan murid-murid yang mengikuti ulama yang menentang tentu melarang adanya perayaan atau ibadah khusus dimalam tersebut. Baik yang dilakuukan secara berjamaah maupun individu. Allahu a’lam.

Tatacara Sholat Nisfu Syaban

Sholat nisfu syaban terdiri dari dua rakaat. Biasanya dilakukan saat malam hari atau di malam nisfu syaban. Beberapa berpendapat bahwa sholat ini bisa dilakukan secara berjamaah maupun individu, seperti halnya sholat tarawih. Berikut ini tatacara melaksanakan sholat nisfu syaban.

1. Niat

اُصَلِّىْ سُنَّةَ لَيْلَةِ نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَ
Ushollii sunnata lailati nishfu sya’baana rak’ataini lillaahi ta’aalaa

“Saya (niat) shalat sunnah malam nisfu sya’ban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Di rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan membaca ssurat Al Kafirun.

3. Pada rakaat kedua sesudah membaca AAl Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas.

4. Setelah selesai sholat bisa dilanjutkan dengan membaca surat yasin sebanyak 3x kemudian membaca doa Nisfu Syaban.

Doa Nisfu Sya’ban

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ
اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًالِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ “يَمْحُو اللهُ مَا
يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُلِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

“Ya Allah Tuhanku, wahai yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepadaMu. Wahai yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, Yang memiliki kekuasaan dan Pemberi nikmat. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi mereka yang ketakutan.”
“Wahai Tuhanku, berkat penampilan yang Maha Besar (dari rahmatMu) pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia ini dimudahkan segala urusan yang ditetapkan dengan kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak, serta Lebih Kau ketahui. dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat RahmatMu wahai yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”
“Dan Semoga Allah Melimpahkan Rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Semoga ia melimpahkan salam sejahtera (
kepada mereka).”

Leave a Reply