Sholat Istikharah | Keutamaan Beserta Tata Cara Pelaksanaannya

Sholat istikharah biasa dilakukan untuk meminta petunjuk Allah saat kita dihadapkan dengan beberapa pilihan sullit atau ragu-ragu untuk memutuskan suatu hal.

Rasulullah juga menganjurkan kita untuk melakukan shalat istikharah disaat kita bingung akan pilihan yang akan diambil. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang kafir.


Sholat Istikharah


Saat orang kafir bertemu dengan beberapa pilihan yang sulit biasanya mereka akan menentukan keputusannya dengan mengundi nasib.

Sedangkan cara tersebut adalah cara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, seperti yang telah dijelaskan dalam QS. Al Maidah ayat 3. Sebelum datangnya Islam masyarakat jahiliyah selalu menentukan pilihan dengan azlam atau undian.

Setelah datangnya Islam hal seperti mengundi nasib dilarang oleh Allah dan diganti dengan shalat Istikharah. Sholat Istikharah merupakan shalat sunnah yang dikerjakan untuk meminta petunjuk Allah dalam mengambil keputusan.

Pada dasarnya shalat istikharah boleh dilaksanakan kapan saja, tapi lebih dianjurkan untuk mengerjakannya di waktu sepertiga malam terakhir maupun sebelum tidur.

Terdapat beberapa dalil berkaitan dengan disyariatkannya sholat istikharah.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي الْمَوَالِي عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعِيشَتِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ

Artinya:

Telah diceritakan kepada kami dari Qutaibah dari Abdurrahman bin Abu Al Mawaliy dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajari kami shalat istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana Beliau mengajarkan kepada kami Al Quran. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seseorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (sholat) dua rakaat yang bukan sholat wajib kemudian berdoalah dengan Allahumma innii astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, Fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allaahumma fa-inkunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan) khairan lii fii ‘aajili amri wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allaahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fiidiini wa ma’aasyi wa aqibati amri (fii ‘aajili amri wa aajilih) fashrifnii ‘anhu waqdur liil khaira haitsu kaana tsumma radh-dhinii bih.”

Arti dari doa:

Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan memohon kepada-Mu dengan karunia-Mu yang Agung karena Engkau Maha berkuasa sedang aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui karena Engakulah yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebut urusannya) baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku ini.

Di waktu dekat atau dimasa nanti maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun, sebaliknya ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusanku ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku ini maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya dan tetapkanlah urusan yang baik untukku dimanapun adanya. Kemudian mantapkanlah hatiku dengan ketetapanMu tersebut.


Tata Cara Sholat Istikharah


1. Bersuci baik itu berwudhu ataupun tayammum ketika tidak bisa menggunakan air.

2. Melaksanakan sholat dua rakaat, dimana sholat sunnah dua rakaat ini bebas dan bukan merupakan sholat khusus. Bisa berupa shalat rawatib, sholat tahiyatul masjid, sholat dhuha, dan lainnya yang terpenting dua rakaat.

3. Bacaan sholatnya sama dengan bacaaan shalat pada umumnya.

4. Berdoa dengan doa istikharah setelah salam tentunya dengan tata cara berdoa yang baik. Bacalah salah satu doa istikharah diantara pilihan doa istikharah yang ada. Selepas membaca doa istikharah sebutkan urusan yang kita inginkan Allah memberi ketetapan padanya.

5. Melakukan apa yang menjadi tekadnya, tapi jika menjumpai halangan ditengah-tengah itu berarti isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi.

Istikharah dilakukan ketika seseorang memiliki tekad kuat untuk melakukan suatu hal tertentu namun belum memantapkan hati dan bukan sebatas lintasan batin.

Lalu ia pasrahkan kepada Allah untuk memutuskan yang terbaik baginya. Apapun hasil akhir yang didapat setelah melakukan sholat istikharah itulah yang terbaik bagi kita.

Meskipun ketetapan-Nya bisa saja tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan tetap saja itu yang terbaik bagi kita. Untuk itu, kita harus berlapang dada dan ridha dengan yang Allah pilihkan untuk kita.

Pada intinya sholat istikharah bukanlah suatu sholat sunnah khusus yang dilakukan kekita kita ingin meminta petunjuk dari Allah, melainkan sholat sunnah biasa kemudian setelahnya kita membaca doa istikharah.

Membaca doa istikharah bertujuan agar kita diberi petunjuk dan kemantapan hati atas apa yang menjadi pilihan kita.


Kumpulan Teks Doa Sholat Istikharah


Pertama,

“Allahumma inni astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as-aluka min fadhlikal adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub,

Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khairan lii fii diinii. Wa ma’aasyi wa ‘aqibati amri faqdurhu lii, wa yas-sirhu lii, tsumma baariklii fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii, fashrifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lialkhaira haitsu kaana tsumma ardhi-nii bih.”

Kedua,

“Allahumma inni astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta a’llamul ghuyub.

Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro khairan lii fii ‘aajili amrii wa aajilih faqdurhu lii, wa yas-shirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wainkunta ta’lamu anna hadzal amro syarrun lii fii ‘aajili amrii wa aajilih fash-rifhu ‘annii was-rifnii ‘anhu, waqdur lialkhaira haitsu kaanaa tsumma ardhinii bih.”

Doa istikharah diucapkan selepas sholat sunnah setelah salam, seperti sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

“Jika salah seorang diantara kalian berkehendak atas suatu urusan hendaklah ia sholat dua rakaat yang bukan wajib kemudian ia berdoa ….”

Dari nukilan hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa kalimat setelah melaksanakan dua rakaat berarti setelah salam. Setelah melakukan shata istikharah kita dianjurkan untuk melanjutkan apa yang menjadi keinginan hati kita.

Hanya saja keputusan terakhir tetap diserahkan kepada Allah. Biasanya setelah melakukan sholat istikharah urusan kita akan dipermudah bila memang itu yang terbaik bagi kita. Terkadang petunjuk juga didapat lewat mimpi.

Hadits Tentang Sholat Istikharah

Sebagai seorang muslim kita diharuskan menggantungkan diri kepada Allah ta’ala termasuk juga segala urusan-urusan penting dalam hidup.

Segala istikharah kepada Allah akan mendatangkan kebaikan dan meninggalkannya akan mendapatkan kesengsaraan, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits:

حَدَّثَنَا رَوْحٌ أَمْلَاهُ عَلَيْنَا بِبَغْدَادَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اسْتِخَارَتُهُ اللَّهَ وَمِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ رِضَاهُ بِمَا قَضَاهُ اللَّهُ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ تَرْكُهُ اسْتِخَارَةَ اللَّهِ وَمِنْ شِقْوَةِ ابْنِ آدَمَ سَخَطُهُ بِمَا قَضَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Telah diceritakan kepada kami dari Rauh (dia mendekte kami) ketika di Baghdad, dari Muhammad bin Abu Humaid, dari Ismail bin Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari bapaknya (Sa’ad bin Abi Waqqash), dari kakeknya (Abu Waqqash) berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Diantara kebaahagian anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan dengan meminta petunjuk kepada Allah) dan diantara kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada ketetapan Allah. Sedangkan diantara kesengsaran anak Adam adalah dia meninggalkan istikharahnya kepada Allah dan diantara kesengsaraan anak Adam adalah kemarahannya terhadap ketetapan Allah.”


Keutamaan Sholat Istikharah


Pertama, istikharah kepada Allah sangat dianjurkan dalam Islam.

Kedua, sholat Istikharah itu disyariatkan dalam segala urusan, baik itu urusan besar maupun kecil serta penting maupun tidak.

Ketiga, shalat istikharah itu merupakan sholat sunnah dua rakaat diluar shalat wajib. Bisa berupa sholat sunnah apapun yang terpenting jumlahnya sebanyak dua rakaat.

Keempat, istikharah itu tidak boleh dilakukan saat kita ragu-ragu karena Rasulullah shalllallahu alaihi wasallam pernah mengatakan bahwa jika seorang muslim memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu maka berdoalah untuk menunjukkan kepada hal tersebut. Jika seorang muslim merasa ragu akan suatu hal, maka hendaklah dia memilih sesuatu dari keduahal dan memohon petunjuk dalam menjalani pilihan tersebut.

Setelah melakukan istikharah biarkan semua berjalan apa adanya. Semoga Allah memberikan kemudahan padanya dan memberikan berkah kepadanya dalam hal tersebut. Dan jika memang itu tidak baik untuknya semoga Allah memalingkan hal tersebut darinya dan memudahkan kepadanya yang lebih baik.

Kelima, tidak ada penetapan bacaan surat ata ayat tertentu yang dibaca setelah al Fatihah pada sholat istikharah.

Keenam, ketetapan Allah setelah istikharah terlihat dengan dimudahkannya urusan itu dan diberikan berkah padanya. Apabila tidak demikian, maka orang yang beristikharah akan dipalingkan darinya dan diberikan kemudahan padanya untuk memperoleh kebaikan lainnya.

Ketujuh, jika seorang muslim mengerjakan sholat istikharah maka akan dilihatkan kepadanya apa yaang dia inginkan, serta dilapangkan dadanya ataupun tidak.

Terakhir, doa istikharah dipanjatkan tepat setelah salam. Bukan di dalam sholatnya atau sebelum shalat.
Sebenarnya sholat istikharah merupakan cara kita bertawasul kepada Allah dengan cara yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan diridhai oleh Allah. dengan melakukan istikharah kita juga meyakini bahwa Allah lah yang mengatur dan menetapkan segala urusan manusia.

Perlu juga digarisbawahi kalau shalat istikharah itu dilakukan untuk memutuskan perkara-prakara yang mubah atau dasar hukumnya boleh. Tidak diperkenankan melakukan istikharah untuk perkara yang makruh apalagi yang diharamkam.

Istikhoroh juga dibolehkan untuk dilakukan secara berulang ulang. Itulah sedikit penjelasan mengenai sholat istikharah semoga informasi diatas bermanfaat.

Keyword: Sholat Istikharah

Leave a Comment