Kerajaan Islam Di Indonesia yang Tersebar dari Barat Ke Timur

Kerajaan Islam Di Indonesia – Sejarah mencatat Islam masuk ke Indonesia setelah peradaban Hindu – Budha, tetapi ada beberapa sumber yang menyatakan kalau Islam masuk bahkan sebelum adanya Hindu – Budha. Wallahua’lam pernyataan mana yang benar yang jelas kini Islam telah tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Kerajaan Islam Di Indonesia

Menyebarnya Islam di seluruh penjuru tanah air tak lepas dari keberadaan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia ini juga yang menggantikan keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu – Budha.
Diperkirakan kejayaan kerajaan Islam berlangsung antara abad ke 13 hingga abad ke 16. Keberadaan keraaajaan Islam tersebar di seluruh nusantara Mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara (baik barat maupun timur).

Ada banyak kerajaan dan kasultanan Islam di Indonesia. Diperkirakan jumlahnya mencapai 94 kerajaan dan kasultanan. Kali ini kita akan menilik 15 kerajaan yang mungkin jarang dibahas di pelajaran sejarah Indonesia.

Kerajaan Islam Di Sumatera

1. Kerajaan Jeumpa

Mendengar kata Jeumpa pasti sudah tak asing lagi. ya, seperti lagu Bogong Jeumpa Kerajaan Jeumpa juga berada di Aceh. Tepatnya dari pinggir sungai Peudada di sebelah barat sampai Pante Krueng Peusangan di sebalah timur. Istana Kerajaan Jeumpa terletak di Desa Blang Seupeung sekarang disebut Cot Cibrek Pinto Ubeut.

Abdullah seorang pedagang yang berasal dari India merupakan raja pertama. Ia menjadi raja setelah menikah dengan puteri raja bernama Ratna Kumala. Dinamakan kerajaan Jeumpa karena Abdullah berasal dari Champia, India dekat Persia. Arti Champia sendiri adalah harum wangi semerbak.

2. Kerajaan Siguntur

Pasca runtuhnya Kerajaan Dharmasraya kerajaan Siguntur berdiri, tepatnya di tahun 1250. Sempat bertahan beberapa masa hingga akhirnya dikuasai oleh Kerajaan Pagaruyung. Hingga kini ahli waris kerajaan masih ada dan tetap bergelar sultan.

Bahasa yang digunakan di Kerajaan Siguntur adalah bahasa Minang dengan dialek yang mirip dialek Payakumbuh saat ini. Meskipun sejarah kerajaan ini belum banyak diketahui dan dikaji, tapi banyak cerita atau kesaksian dari warga lokal secara turun temurun.

Daerah kerajaannya berkedudukan di hulu Sungai Batanghari. Pada saat agama Islam masuk Siguntur yang memiliki raja bernama Pramesora berganti nama menjadi Sultan Muhammad Syah bin Sora Iskandarsyah. Selanjutnya kerajaan ini menjadi kerajaan Islam dibawah kerajaan Alam Minangkabau.

3. Kerajaan Indragiri

Indragiri merupakan kerajaan Melayu yang wilayahnya sekarang ini meliputi Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Provinsi Riau. Sebelum menjadi sebuah kerajaan sendiri, Indragiri merupakan bawahan dari Kerajaan Pagaruyung dan merupakan kawasan pelabuhan. Pada akhirnya kerajaan ini diperebutkan kembali oleh Kesultanan Jambi, Siak, dan Aceh.

Kerajaan Islam Di Jawa

Di Pulau Jawa terdapat beberapa kerajaan-kerajaan Islam besar yang termasyhur dan bahkan beberapa masih ada hingga kini. Sebut saja kasultanan Cirebon, Kesultanan Demak, Kasultanan Banten, Kasultanan Pajang, dan Kesultanan Mataram. Kesultanan Mataram sudah terpecah menjadi dua, yaitu Kesultanan Nyayogyakarta Hadiningrat dan Kesultanan Surakarta Hadiningrat.

Banyak kajian sejarah yang menceritakan tentang kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa. Apalagi peninggalan-peninggalan mereka masih ada hingga kini. Bahkan mayoritas penduduk di Pulau Jawa adalah Muslim yang membuktikan bagaimana kerajaan Islam sangat berpengaruh dan berperan kala itu hingga berdampak pada kultural saat ini.

Kerajaan Islam Di Maluku

Dalam buku sejarah mungkin kerajaan Ternate dan Tidore menjadi kerajaan Islam di Maluku yang paling sering dibahas. Tahukah kalian masih ada beberapa kerajaan Islam lain di Pulau Maluku.

1. Kerajaan Tanah Hitu

Sebuah kerajaan Islam yang letaknya di Pulau Ambon, Maluku. Masa kejayaannya anatara tahun 1470 – 1628. Raja pertamanya bergelar Upu Latu Sitania (raja tanya) karena didirikan oleh empat perdana (empat kelompok pertama) yang ingin mencari tahu faedah baik tidaknya keberadaan raja.

Kedatangan Empat Perdana menjadi cikal bakal penduduk asli Pulau Ambon. Tanah hitu pernah memainkan peran yang sangat penting di Maluku karena menjadi pusat perdagangan rempah-rempah.

2. Kerajaan Iha

Letak kerajaan Iha berada di Pulau Saparua, Maluku. Di Pulau Saparua selain kerajaan Iha adapula kerajan Islam lain yang juga berpengaruh disana, yaitu Honimoa (Siri Sori Islam). Dua orang raja dari dua kerajaan tersebut memiliki tanah atau wilayah kerajaan yang sangat luas.

Jazirah Pulau Saparua dibagi menjadi dua bagian utara menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Iha dan sebelah selatan kerajaan Honimoa. Saat kerajaan Iha terlibat pertempuran melawan penjajah Belanda yang disebut perang Iha, mereka kehilangan sebagian daerah kekuasaan dan rakyatnya.

3. Kesultanan Bacan

Bacan merupakan sebuah kesultanan yang berpusat di Pulau Bacan, Kepulauan Maluku. Zainulabidi merupakan Raja Bacan pertama yang memeluk Islam. Meski pusat pemerintahannya berada di Maluku, tapi wilayah kekuasaannya cukup luas hingga ke Papua Barat.

Kerajaan Islam Di Sulawesi

Tahukah kalian kalau kesultanan Gowa menjadi satu-satunya kerajaan Islam di Sulawesi yang masih bertahan hingga kini. Di Sulawesi senriri selain kesultanan Gowa masih banyak kerajaan Islam lain yang juga pernah ada di pulau tersebut. Setidaknya ada sekitar 19 kerajaan yang pernah tercatat dalam sejarah. Berikut ini tiga diantaranya selain kerajaan Gowa.

1. Kerajaan Toli Toli

Asa usul nama Tolitoli berasal dari kata totolu yang berarti tiga. Menurut legenda sukku Tolitoli berasal dari 3 manusia kayangan yang menjelma dan turun ke bumi. Tolitoli mempunya pemerintahan yang bersifat kerajaan.

Puncak kejayaan kerajaan Tolitoli adalah setelah masuknya Islam sekitar abad ke 17. Totolu atau Tau Tolu berubah nama menjadi Tontoli sebelum pada akhirnya menjadi Tolitoli. Sebagaimana yang tertulis dalam penulisan Korte verklaring yang ditanda tangani Haji Mohammad Ali dengan pemerintah Hindia-Belanda.

2. Kerajaan Muna

Merupakan kerajaan yang besar di Sulawesi Tenggara. Biasa juga disebut dengan Pangasena dan Pansiano. Letaknya dibagian utara Pulau Muna dan beribukota di Keraton Muna yang kini menjadi Kecamatan Tongkuno. La Eli alias Baidhuldhamani merupakan raja Muna pertama.

3. Kedatuan Luwu

Luwu atau Luwuk merupakan salah satu kerajaan Bugis tertua. Pusatnya berada di Malangke yang kini menjadi wilayah Kabupaten Luwu Utara. Pada tahun 1605 Datu Luwu, La Patiwareq, Daeng Pareqbung menjadi penguasa pertama di daerarh Sulawesi Selatan yang memeluk Islam.

Kerajaan Islam Di Nusa Tenggara

1. Kesultanan Bima

Dulu di daerah Bima, Nusa Tenggara Barat terdapat sebuah kerajaan, yaitu Kesultanan Bima Mbojo atau kesultanan Bima. Pada mulanya kesultanan Bima adalah kerajaan Hindu setelah raja Bima yang bergelar Ruma Ta Ma Bata Wadu menikah dengan Putri Karaeng Kassuarang barulah ia memeluk Islam. Sultan Abdul Kahir adalah nama Sultan Bima setelah menjadi Musli.

2. Kerajaan Dompu

Wilayah Kabupaten Dompu kini, dulunya merupakan wilayah kekuasaan dari Kerajaan Dompu. Terletak di antara Kabupaten Bima dan Sumbawa. Mayoritas penduduk di NTB adalah Muslim termasuk juga Dompu. Hal ini berkaitan dengan keberadaan kerajaan Islam disana. Para keturunan raja Kerajaan Dompu hingga saat ini masih dipanggil Ruma atau Dae.

3. Kerajaan Lamakera

Lamakera merupakan nama sebuah perkampungan yang letaknya di ujung timur Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur. Dahulu daerah ini merupakan sebuah kerajaan kecil. Raja dari kerajaan ini beragama Islam mulai dari raja pertamanya, yaitu H. Ibrahim Dasy.

Kerajaan Islam Di Kalimantan

1. Kerajaan Selimbau

Sebuah kerajaan yang letaknya di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Pada mulanya adalah kerajaan Hindu-Budha sebelum akhirnya menjdi sebuah kerajaan Islam.

2. Kerajaan Tayan

Pendiri kerajaan Tayan adalah Gusti Lekar yang merupakan anak kedua dari Brawijaya. Beliau memiliki anak yang bernama Duli Maulana Sultan Muhammad Syarifudin. Dia merupakan raja Islam pertama di kerajaan Tayan.

3. Kerajaan Sambas

Kasultanan Melayu Sambas letaknya berada di Pesisir Utara Kalbar. Awalnya saat masih menjadi kerajaan Hindu bentuk pemerintahannya adalah kerajaan dengan Raja sebagai pemimpinnya. Setelah menjadi kerajaan Islam berubah menjadi sebuah Kesultanan dengan Sultan sebagai pemimpinnya.

Leave a Comment