10 Hal yang Membatalkan Puasa Serta Ganjarannya

Kenapa sih kita harus tau apa-apa saja hal yang membatalkan puasa? Kenapa kita harus tau, karena kita seorang muslim dan berpuasa merupakan salah satu dari rukun islam kita. Rukun sendiri apabila tidak dikerjakan maka tidaklah sempurna keislaman kita.

Puasa sendiri terdiri dari puasa sunnah, dan puasa wajib. Puasa yang hukumnya sunnah jika dikerjakan maka berpahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa alias tidak berdosa. Sedangkan hukum puasa yang wajib adalah apabila kita mengerjakan berpahala dan apabila tidak kita kerjakan akan menjadi dosa bagi kita.


Penjelasan Hal-Hal yang Membatalkan Puasa


liputan6.com

Jadi kenapa kita harus tau apa-apa saja yang membatalkan puasa, karena kita mau menghindari diri dari tidak terlaksananya puasa terutama puasa wajib. Kenapa? Kadang kita sudah lelah-lelah puasa namun hanya karena hal sepele saja puasa kita bisa saja tidak diterima oleh Allah.

Maka dari itu kita harus tau apa-apa saja yang membatalkan puasa agar terhindar dari hal yang sia-sia lagi melelahkan tiada guna. Berikut hal-hal yang bisa membuat puasa kamu batal selama berpuasa:

1. Sebab-Sebab Murtad

Dalam pembahasan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA beliau menjelaskan ada tiga jenis penyebab murtadnya seorang muslim.

Menurut pendapat para ulama secara umum, setidaknya ada tiga cara seseorang untuk menjadi murtad, yaitu terkait dengan keyakinan tertentu di dalam hati, atau tindakan nyata tertentu dalam bentuk perbuatan, atau juga bisa dalam bentuk ucapan secara lisan.

2. Haid

Seorang wanita memiliki tamu yang selalu datang normalnya satu kali dalam sebulan sebut saja haid atau nama ilmiahnya menstruasi. Kehadiran haid ini bagi seorang wanita merupakan bentuk kasih sayang dari Allah.

Jika kamu sedang berpuasa dan tiba-tiba kedatangan haid maka kamu harus bersegera berbuka, karena memang puasanya sudah batal.

Biasanya akan memakan waktu tiga sampai tujuh hari tergantung dengan kondisi hormon masing-masing wanita. Maka kamu haru belajar menghitungnya dan jika itu puasa wajib (baca disini), maka kamu harus menggantinya di lain hari sebanyak kamu membatalkan puasanya.

3. Melakukan Hubungan Suami Istri

Melakukan hubungan suami istri saat menjalani ibadah puasa dapat membatalkan puasa yang dijalani. Bahkan, seseorang tidak hanya batal puasa saja melainkan dikenakan denda atau kafarat atas perbuatannya.

Adapun denda yang dimaksud adalah memerdekakan budak, jika tidak ada maka dia bisa memilih untuk menjalani puasa selama dua bulan berturut-turut atau jika belum bisa maka dia harus memberi makanan kepada 60 fakir miskin. Jikalau dia seorang yang paling miskin di daerahnya maka hendaklah dia memberi makan keluarganya.

4. Nifas

Setiap wanita akan mengalami masa-masa dimana dia melahirkan. Setelah melahirkan maka akan keluar darah yang tidak henti-henti yang seringnya terjadi selama empat puluh hari, dimana ini dinamakan dengan nifas yaitu darah yang keluar setelah melahirkan.

Sama halnya dengan haid, maka kamu harus mengganti puasa di hari lain sebanyak puasa yang dibatalkan. Tidak ada kewajiban untuk berpuasa secara berturut-turut untuk perkara ini, namun alangkah baiknya untuk menyelesaikannya dalam waktu sesegera mungkin.

5. Melahirkan

Masih dalam kasus yang terjadi kepada kaum wanita, melahirkan bukanlah perkara yang mudah, melainkan perkara yang mempertaruhkan nyawa.

Jikalau kuat tidak ada salahnya untuk berpuasa namun mendekati hari-hari bersalin hendaknya seorang ibu yang akan melahirkan untuk membatalkan puasanya. Karena dikhawatirkan dia akan lemas dan memperburuk keadaan serta janin yang dikandungnya, apalagi proses melahirkan banyak menguras tenaga.

6. Keluar Air Mani

Air mani yang keluar diakibatkan aktivitas seksual seperti berhubungan badan ataupun masturbasi dapat membatalkan puasa.

Namun, apabila keluar air mani lantaran mimpi basah di siang hari maka hal tersebut tidak sampai membatalkan puasa dan hendaknya dia bersegera untuk mensucikan diri dan memperbaharui niatnya kembali.

7. Gila Sekalipun Sebentar

Dalam kasus ini memang sedikit dari kemungkinan kasusnya ya. Tapi ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena gila merupakan hal yang tidak bisa diduga dan bisa datang menghampiri siapapun.

Seseorang dalam kondisi gila saat menjalani puasa maka puasanya dianggap batal. Sebab, ia dalam kondisi hilang akal atau tidak sadar. Jangankan untuk berpuasa, menentukan yang mana yang baik dan yang buruk saja dia sudah tidak mampu. Jadi tidak sah baginya puasa meski gila atau kehilangan akal sehatnya itu bersifat sementara.

8. Muntah yang Disengaja

Seseorang yang muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Namun, apabila muntah terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja maka orang tersebut bisa melanjutkan puasanya hingga matahari terbenam.

Banyak ragam dari muntah disengaja ini ya, misalnya seperti memasukkan jari pada pangkal kerongkongan sehingga kamu akan tercekik dan membuatmu mual-mual. Membuat-buat rasa mual sehingga perut terpancing untuk muntah. Ada juga makan diam-diam secara berlebihan dan memuntahkannya kembali.

Memang perbuatan itu dinilai sesuai niatnya, jika kamu tulus ikhlas ingin berpuasa karena ibadah, maka kamu akan berusaha menjauhkan diri dari perbuatan yang lalai lagi merugikan tersebut. Dan sebaliknya jika kamu memang tidak berniat sama sekali kamu akan mencari seratus satu cara serta alasan untuk membatakannya.

9. Pengobatan Melalui Dua Lubang

Melakukan pengobatan dengan cara memasukkan obat melalui qubul dan dubur dapat juga membatalkan puasa. Misalnya kasus pengobatan yang diderita oleh pasien yang menderita ambeien atau memasang kateter urin maka hal tersebut dapat membatalkan puasa.

Dan memang seharusnya orang yang sudah dalam keadaan ini tidak diharuskan puasa, atau hendaknya dia bersegera untuk membatalkan puasa.

Pasalnya karena dia memang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berpuasa alis udzur. Jika dipaksakan juga berpuasa maka akan berakibat rusaknya puasa atau bisa juga sakit yang dideritanya semakin parah.

10. Memasukkan Sesuatu ke Lubang Tubuh

Memasukkan suatu benda baik makanan atau minuman ke dalam organ tubuh secara sengaja bisa jatuh pada hal yang membatalkan puasa. Kecuali memang udzur dan hendaknya memang di batalkan saja karena akan merusak nilai puasa.

Dimasukkan ke dalam mulut, telinga dan juga hidung baik untuk dikonsumsi maupun obat. Kamu bisa menggantinya di luar waktu kalau itu puasa wajib daripada memaksakannya.

Lain halnya kalau tidak sengaja, misalnya karena lupa atau belum mengetahui hukum masuknya benda ke dalam tubuh, maka orang tersebut bisa melanjutkan puasa hingga matahari terbenam.

Selama menjalani ibadah puasa, ada banyak hal yang harus diperhatikan agar puasa yang kita jalani sah dan tidak batal. Terkadang beberapa hal yang kita anggap sepele pun ternyata bisa membatalkan puasa yang kita laksanakan mulai dari matahari terbit sampai matahari terbenam.

Tentu saja hal-hal di atas memiliki pendapat-pendapat berbeda dari imam-imam kita dalam masalah hukumnya. Apakah itu jatuh pada hal yang benar-benar fatal atau sampai merusak puasa, itu semua tergantung kita akan niat awal kita dalam berpuasa, dan juga kondisi kita dalam melaksanakan puasa itu sendiri.


Setidaknya ada sepuluh hal yang membatalkan puasa yang penulis rangkum dari berbagai sumber. Dan sesungguhnya masih banyak lagi hal-hal yang mungkin sepele bagi kita namun bisa merusak puasa itu bahkan sampai membatalkan puasa.

Maka sudah sepatutnya kita untuk berhati-hati dalam perkara ibadah, meninggalkan yang haram dan juga syubhat (ragu-ragu). Sehingga kita terhindar dari kerusakan amal ibadah dan mencapai kesempurnaan beribadah itu sendiri.

Leave a Comment