Pengertian Qanaah dan Tasamuh Berikut Contoh-contohnya

Pengertian Qanaah dan Tasamuh haruslah berjalan beriringan karena keduanya merupakan perilaku terpuji. Sebagai makhluk sosial kehidupan manusia tak bisa lepas dari manusia yang lainnya. Untuk itu dalam kehidupan sehari-hari diperlukan sifat qanaah dan tasamuh.


Pengertian Qanaah dan Tasamuh


Qana’ah berarti rela menerima dan merasa cukup atau puas dengan apa yang dimilikinya. Serta menjauhkan diri dari sifat tamak atau tidak puas dan merasa kekurangan dengan berlebihan. Gampangnya qana’ah adalah ikhlas apa adanya atas nikmat Allah dan tidak iri dengan orang lain.

Apabila seseorang ingin menjadi lebih kaya sebelumnya ia harus memiliki sifat qana’ah terlebih dulu. Jika memiliki harta cukuplah dengan apa yang dimilikinya dan tidak tamak dengan harta orang lain. Selalu ridho dengan ketetapan Allah dan yakin bahwa itulah yang terbaik.

Tasamuh secara bahasa berarti toleransi, tenggang rasa, atau saling menghargai. Sedangkan menurut istilah tasamuh berarti suatu sikap yang senantiasa menunjukkan rasa saling menghargai satu sama lainnya.

Pengertian tasamuh secara bahasa juga dapat diartikan dengan murah hati, memberi dengan penuh kemurahan, dan kelapangan. Menurut istilah tasamuh juga dapat didefinisikan menjadi dua hal, yaitu: (1) kedermawanan yang penuh kemurahan hati dan (2) Bersikap toleran terhadap orang lain dalam pergaulan sosial.

Ibnu Al Atsir mengatakan bahwa istilah musamah (مسمة) atau tasamuh artinya bertoleransi dan memberikan kemudahan. Imam ibnu Hajar juga mendefinisikan kata al-samhah (السمحه) dengan kemudahan atau sesuatu yang berlandaskan kemudahan.

Di dalam Islam tasamuh merupakan akhlak terpuji yang utama. Sikap tasamuh dalam pergaulan sosial sesama muslim maupun kepada orang kafir adalah hal yang harus menghiasi akhlak setiap muslim.

Qanaah

Salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki seorang muslim adalah sifat qana’ah. Seorang yang qanaah berarti dia rela terhadap segala bentuk pemberian Allah yang telah ditetapkan padanya, tidak kecewa, dan tidak pula merasa kurang.

Muslim dan muslimah yang qanaah tahu bahwa segala sesuatunya telah diatur dan ditetapkan oleh Allah. Sehingga hasil yang ia peroleh merupakan balasan dari apa yang ia usahakan dan tidak akan melebihi apa yang telah ditakdirkan oleh Allah kepada hambaNya.

Allah lah yang menetapkan siapa saja diatara hamba-hambaNya yang memiliki kelapangan rezeki dan siapa saja yang memiliki kondisi sebaliknya. hal ini telah disebutkan dalan QS. Al Isra: 30.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

inna rabbaka yabsuthu rrizqa liman yasyaau wayaqdiru innahu kaana bi’ibaadihi khabiiran bashiiraa

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Seseorang dikatakan beruntung apabila ia memperoleh apa yang diinginkan dan disukainya serta selamat dari apa yang mendatangkan ketakutan dan kekhawatiran. Tak hanya soal rezeki, tapi keislaman dan sifat qana’ah juga merupakan sebuah keberuntungan dalam diri manusia.

Ketiga hal tersebut, yaitu keislaman, kecukupan rezeki, dan sifat qana’ah merupakan keberuntungan yang bisa membawa seorang muslim mendapat kebaikan di dunia dan akhirat. Untuk itu apabila kita diberi ketiga hal tersebut hendaknya kita bersyukur dan berbahagia.

Contoh Perilaku Qana’ah

1. Pola hidup sederhana

2. Menerima dengan ikhlas apa yang dimiliki

3. Menerima kondisi tubuh yang telah diberikan Allah apa adanya (body positivity)

4. Hidup sesuai kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan

5. Tidak pernah merasa iri dengan keberhasilan orang lain dan justru termotivasi agar bisa menjadi lebih baik.

6. Memperkuat keimanan terhadap takdir Allah dengan kesabaran dan bertawakkal kepada Allah.

7. Tidak tergoda oleh tipu daya dunia yang sifatnya hanya sementara.

8. Yakin bahwa apa yang didapatnya atau apa yang ada pada dirinya merupakan anugerah dari Allah subhanahu wa Ta’ala.

9. Mentadaburi firman Allah dan juga hadits nabi shallallahu alaihi wa sallam.

10. Memahami hikmah dari Allah yang menciptakan perbedaan rezeki dan kedudukan tiap hambaNya.

11. Tidak memandang keatas, tapi melihat kondisi mereka yang lebih dibawah kita agar selalu bersyukur.

12. Memahami bahwa harta yang berlebih bisa membawa dampak buruk.

Manfaat Qana’ah

Membiasakan perilaku qana’ah dalam kehidupan sehari-hari bisa mendatangkan berbagai manfaat. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan dari praktek qona’ah adalah:

1. Memperkuat iman

2. Membantu merealisasikan rasa syukur

3. Memperoleh kehidupan yang baik

4. Menjaga dari perbuatan dosa

5. Memperoleh kekayaan yang hakiki

6. Memperoleh kemuliaan

7. Menjadi orang beruntung

8. Menjauhkan diri dari sifat iri atau cemburu pada nikmat orang lain

9. Mengatasi problema hidup, seperti berhutang. Biasanya orang yang tidak qonaah dan hidupnya konsumtif sering terlilit hutang.

Tasamuh

Prinsip toleransi dalam Islam terhadap agama lain tidak sama seperti yang banyak ditafsirkan oleh masyarakat. Toleransi dalam Islam terhadap agama lain itu dengan membiarkan umat lain beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka.

Prinsip yang harus dipegang oleh kaum muslimin dalam bertoleransi adalah lakum diinukum wa liya diin. لكم دينكم ولى دينUntukmu agamamu dan untukku agamaku, seperti yang telah disebutkan dalam surat Al Kafirun ayat 6.

Bertoleransi kepada agama lain bukan dengan mengucapkan selamat hari raya kepada agama lain atau mengikuti upacara peribadatan agama lain. Cukup dengan membiarkan mereka beribadah dengan tenang adalah cara toleransi yang sesuai syariat Islam.

Jangan karena umat lain mengucapkan selamat hari raya kepada kita kemudian dengan alasan toleransi kita membalasnya disaat mereka berhari raya. Tentu itu tindakan toleransi yang tidak sesuai dengan Al Qur’an. Jika demikian dimana letak bagimu agamamu dan bagiku agamaku?

Meskipun kecil dan sepele itu sudah dikategorikan mencampuri urusan agama lain, khususnya dalam bentuk lisan. Bahkan mengucapkan selamat ulang tahun saja kita dilarang karena merupakan tradisi orang kafir apalagi dengan mengucapkan hal yang berkaitan dengan keyakinan.

Semua kembali kepada pribadi masing-masing. Ada yang menganggap hal tersebut ekstrimis radikalis dan anti nasionalis. Adapula yang menganggap hal seperti itu wajar dalam bersikap agamis.

Dalam kehidupan sehari=hari sebagai seorang muslim haruslah kita membiasakan perilaku tasamuh. Untuk itu dalam keseharian hendaknya kita mengamalkan beberapa sikap di bawah ini:

1. Berani membela kebenaran dan keadilan
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
3. Tidak semena-mena terhadap orang lain
4. Mengakui persamaan manusia dan tidak merendahkan derajat manusia.
5. Membiasakan sikap tenggang rasa.

Fungsi Tasamuh

1. Mempererat tali persaudaraan serta persatuan dan kesatuan diantara sesama manusia.
2. Mendorong manusia untuk hidup saling tolong menolong dan juga saling menghormati.
3. Berlapang dada atas setiap perbedaan di dalam masyarakat dan menghindari sifat egois.
4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama dan menghindarkan diri dari kekerasan.
5. Menjauhkan diri dari sifat takabur, riya, dan ujub serta menumbuhkan sifat tanggung jawab.

Contoh Tasamuh

1. Sikap toleransi
2. Menghormati pelaksanaan ibadah pemeluk agama lain.
3. Tidak mencela atau memakki sesembahan pemeluk agama lain.
4. Saling membantu dalam bidang sosial kemasyarakatan.
5. Lapang dada dalam menerima setiap perbedaan.
6. Tidak memaksakan kehendaknya sendiri terhadap orang lain.

Jika dilihat, beberapa contoh sikap tasamuh diatas juga berkaitan dengan ideologi negara, yaitu pancasila. Tepatnya pada pengamalan sila pertama dan sila kedua. Sila pertama pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa sedangkan sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab.

Keywords: Pengertian Qanaah dan Tasamuh

Leave a Comment