Pengertian Mukjizat dalam Islam serta Contoh-contohnya

Pengertian Mukjizat adalah suatu kelebihan yang dimiliki oleh seorang Nabi maupun Rasul yang diberikan oleh Allah sebagai petunjuk bagi orang-orang kafir. Bisa juga diartikan sebagai perkara luar biasa yang dilakukan olaeh Allah lewat para Nabi dan RasulNya sebagai bukti kebenaran atas kenabian dan keabsahan risalahnya.


Pengertian Mukjizat


Kata mukjizat berasal dari Bahasa Arab ‘ajaza (عخز) yang berarti lemah atau melemahkan atau tidak mampu melakukan sesuatu. Di dalam aqidah Islam, mukjizat diartikan sebagai suatu peristiwa luar biasa yang terjadi dan digunakan untuk mendukung kebenaran kenabian seorang Nabi atau kerasulan seorang Rasul.

Tak hanya sebagai penguat atau pendukung kebenarat atas kenabian dan kerasulan, tapi mukjizat juga melemahkan lawan-lawan atau musuh-musuh (kafir) yang meragukan kebenarannya. Pengertian demikian terkait dengan kehadiran Nabi atau Rasul yang kerap mendapat pertentangan didalam menyampaikan ajarannya.

Ajaran para Rasul dan Nabi saat pertama kali disampaikan sering dianggap bohong atau dusta bahkan tak jarang yang mengaggap sebagai sebuah tipu daya atau kesesatan. Oleh karena itu, demi membuktikan kebenaran kenabian dan kerasulan mereka sekaligus melemahkan tuduhan para penentangnya Allah memberi mereka hal luar biasa yang disebut Mukzijat.

Ar Razi memberikan definisi mukjizat sebagai kejadian luar biasa yang diiringi ddengan tantangan tanpa ada satupun perlawanan. Sementara di dalam Al Qur’an, Allah telah menyebutkan tentang mukjizat di beberapa ayat Qur’an.

Sebab Turunnya Mukjizat

Semua mukjizat yang terjadi pada para Nabi dan Raasul datangnya dari Allah Azza wa Jalla. Tidak ada seorang makhluk pun yang mampu menciptakannya karena mukjizat murni pemberian dari Allah.

Sebab Pertama

Mukjizat yang Allah berikan kepada NabiNya diberikan sebelum sang Nabi itu menhadapi musuhnya. Contohnya saja mukjizat yang dialami Nabi Musa alaihissalam, beliau diberi beberapa mukjizat sebelum menghadapi Fir’aun. Hal ini terdapat dalam QS. Al Qashas ayat 30 – 32:

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ مِن شَٰطِئِ ٱلْوَادِ ٱلْأَيْمَنِ فِى ٱلْبُقْعَةِ ٱلْمُبَٰرَكَةِ مِنَ ٱلشَّجَرَةِ أَن يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّىٓ أَنَا ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: “Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam.

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَٰمُوسَىٰٓ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ ٱلْءَامِنِينَ

dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.

ٱسْلُكْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ وَٱضْمُمْ إِلَيْكَ جَنَاحَكَ مِنَ ٱلرَّهْبِ ۖ فَذَٰنِكَ بُرْهَٰنَانِ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا فَٰسِقِينَ

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu (ke dada)mu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah dua mukjizat dari Tuhanmu (yang akan kamu hadapkan kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Sebab Kedua

Allah menurunkan mukjizat kepada para Rasul dan NabiNya untuk menjawab permintaan orang-orang kafir yang menentangnya. Seperti yang telah terjadi pada Nabi Sholeh alaihis salam ketika umatnya saat itu menantang beliau untuk mengubah batu menjadi onta. QS. As Syu’ara: 153 – 155.

قَالُوٓا۟ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلْمُسَحَّرِينَ

qaaluu innamaa anta mina lmusahhariin

Mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;

مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا فَأْتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

maa anta illaa basyarun mitslunaa fa’ti bi-aayatin in kunta mina shshaadiqiinaa

Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar”.

قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ

qaala haadzihi naaqatun lahaa syirbun walakum syirbu yawmin ma’luum

Shaleh menjawab: “Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu.

Pengertian Mukjizat dalam Islam

Tidak sembarang manusia dapat dikaruniai kejadian luar biasa yang dinamakan mukjizat karena Allah hanya memberikan mukjizat kepada para Nabi dan RasulNya. Apabila ada seseorang selain para Nabi dan Rasul mendapat kejadian luar biasa, maka itu tidak bisa dinamakan mukjizat.

Biasanya mukjizat Nabi atau Rasul itu berupa hal-hal yang istimewa dan terkini pada masanya atau pada zaman diturunkannya mukjizat tersebut. Sebagai contoh, pada zaman Nabi Musa alaihis salam yang menjadi hal istimewa dan terkini kala itu adalah ilmu sihir.

Untuk melemahkan atau mengalahkan penantangnya yang mana itu kaum kafir Nabi Musa as memiliki mukjizat tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan memakan ular-ular lawannya. Tongkat Nabi musa juga bisa membelah lautan menjadi dua.

Pada zaman Nabi Isa alaihis salam yang menjadi hal istimewan dan terkini adalah ilmu kedokteran dan pengobatan. Nabi Isa mendapat mukjizat agar bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal yang merupakan puncak dari ilmu pengobatan.

Demikian pula pada zaman Nabi Muhammad yang menjdai topik terkini adalah ilmu sastra, banyak penyair-penyair termasyhur kala itu. Maka disaat itulah Al Qur’an diturunkan sebagai mukjizat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dikenal sebagai seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Al Qur’an yang memilikinilai sastra yang tinggi dapat membuktikan bahwa beliau benar0benar seorang Rasul Allah.

Kata-kata di dalam Al Qur’an sangatlah indah dengan makna yang bernilai dan mendalam. Tak ada satupun karya sastra yang dapat menandinginya. Meskipun para kaum kafir menuduh itu hanya bualan dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam semata, nyatanya kini Al Qur’an menjadi pedoman hidup kaum Muslimin.

Umat kafir tidak dapat membantah isi dan juga alasan turunnya Al Qur’an kepada Muhammad yang seorang buta huruf dan aksara. Akhirnya mereka mempercayai kebenaran mukjizat itu. Selain itu isi Al Qur’an dapat terus digunakan sebagai rujukan hukum yang tertinggi sepanjang masa.

Bentuk Mukjizat

Bentuk-bentuk mukjizat dapat berupa:

1. Ilmu, yang dimaksud ilmu disini seperti pemberitahuan tentang hal-hal ghaib yang sudah terjadi ataupun yang akan terjadi. Misalnya saja pengabaran Nabi Isa as kepada kaumnya tentang apa yang mereka makan dan apa yang disimpan di rumah-rumah mereka.

Begitu juga dengan pengabaran Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Beliau mengabarkan tentang fitnah-fitnah di hari akhir dan juga tanda-tanda hari kiamat yang bakal terjadi, seperti yang telah dijelaskan dalam banyak hadits.

2. Kemampuan dan kekuatan, yang dimaksud disini seperti mengubah sesuatu menjadi sesuatu yang lain atau merubah kondisi. Tongkat nabi Musa alaihissalam bisa berubah menjadi ular besar dan juga bisa membelah lautan.

Penyembuhan yang dilakukan oleh Isa alaihissalam bagi orang buta, penyakit kulit bahkan kematian. Juga terbelahnya bulan menjadi dua yang merupakan salah satu mukjizat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

3. Kecukupan, yang dimaksud kecukupan disini contohnya seperti perlindungan bagi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dari orang-orang yang jahat kepadanya. Hal demikian kerap terjadi ketika dimakah.

Dimalam sebelum hijrah beliau pernah dikepung untuk dibunuh, di dalam gua Hira pun sama, saat perjalanan ke Madinah dan bertemu dengan Suraqah bin Malik, dan lain sebagainya. Contoh-contoh ini yang diyakini Umat Muslim bahwa Allah menunjukkan mukjizat dengan mencukupi RasulNya lewat perlindunganNya.

Ketiga jenis mukjizat diatas pada hakekatnya bertujuan untuk membenarkan Kerasulan para Rasul. Lewat kemampuan yang mereka miliki itu yang mana melebihi kemampuan orang-orang disekitarnya membuat masyarakat tidak berdaya.

Kebanyakan dari kaum mereka kemudia percaya akan mukjizat para Rasul dan beriman kepada Allah serta mengakui kerasulan para RasulNya. Para Nabi memiliki mukjizat sesuai dengan kondisi masyarakatnya saat itu.

Beberapa Contoh Mukjizat

1. Nuh alaihis salam membuat bahtera yang amat besar di tengah padang pasir sebelum Allah menenggelamkan kaumnya.

2. Shaleh alaihis salam mendapat mukjizat berupa unta betina yang tidak boleh dibunuh dan disembelih sebagai hujjah atas kaumnya.

3. Ibrahim alaihis salam tidak mempan dibakar api karena api yang membakarnya justru berubah menjadi dingin.

4. Yusuf alaihis salam memiliki ketampanan yang luar biasa.

5. Yunus alaihis salam yang dapat bertahan hidup didalam perut Ikan selama berhari-hari.

6. Sulaiman alaihis salam yang dapat berbicara dengan binatang, jin, dan mampu mengendalikan angin.

7. Daud alaihissalam yang dengan tangan kosong dapat melunakkan besi.

8. Musa alaihissalam tangannya bisa bercahaya ketika keluar dari kantong serta tongkatnya yang bisa berubah jadi

ular dan membelah lautan.

9. Isa alaihissalam yang memiliki kemampuan membuat burung dari tanah liat, memberi makan seluruh

pengikutnya, menyembuhkan orang buta, penderita kusta, bahkan menghidupkan orang mati.

10. Terakhir ada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang menerima Al Qur’an, peristiwa isra’ mi’raj, membelah bulan, dan lain sebagainya.

Keywords: Pengertian mukjizat

Leave a Comment