Pengertian Agama Islam secara Umum dan Menurut Al Quran

Pengertian Agama Islam adalah sebuah Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai ajaran tauhid terakhir yang paling benar. Islam merupakan agama samawi, atau agama yang berasal dari Tuhan dan diterima oleh seorang Nabi. Di dalam agama Islam diajarkan konsep tauhid atau monoteisme tanpa kompromi.

Pengertian Agama Islam

Ajaran samawi lainnya yang datang sebalum Islam telah dibawakan oleh beberapa Nabi dari kalangan Kaum Yahudi serta Nasrani. Setelah kedatangan Islam maka satu-satunya agama samawi yang wajib diyakini dan dipakai adalah Islam.

Menurut etimologi kata Islam berasal dari bahasa Arab aslama-yuslimu (اسلم-يسلم). Kata tersebut memiliki beberapa arti, diantaranya: tunduk dan patuh, berserah diri, memasrahkan, mengikuti, menunaikan, menyampaikan, masuk dalam kedamaian, keselamatan, atau kemurnian.

Itulah mengapa dalam Islam istilah untuk orang yang tidak beragama Islam disebut kafir. Jika menyebut dengan لا الاسلم (laa Islam) atau sejenisnya yang dalam bahasa Indonesia disebut nonmuslim, maka berarti buruk.

Arti dari nonuslim sendiri secara bahasa adalah tidak damai, tidak, selamat, tidak murni, bahkan pembangkang (kepada Allah). Akan lebih baik menyebut mereka kafir karena di dalam Islam sendiri berkata atau mendoakan yang buruk pada siapapun itu dilarang.

Terminologi Pengertian Agama Islam

Sedangkan secara terminologi Islam bermakna tunduk dan patuh akan perintah Allah serta pasrah dan ikhlas menirima segala ketentuan dan hukum-hukum-Nya. Pengertian mengenai Islam ini terdapat dalam Surah Al Baqarah ayat 131.

إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

idz qaala lahu rabbuhu aslim qaala aslamtu lirabbi l’aalamiin

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”.

Makna secara terminologi diatas apabila kata Islam disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama. mulai dari ushul (perkara pokok), furu’ (cabangnya), hingga masalah aqidah, ibadah, keyakinan, perkataan, dan perbuatan.

Jadi, pengertian dalam konteks ini menunjukkan bahwa Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati, serta menyerahkan diri kepada Allah atas segala sesuatunya.

Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud dengan Islam adalah perkataan dan perbuatan lahiriyah dimana dengannya terjaga diri serta hartanya. Baik dia meyakini Islam atau tidak karena kata iman sendiri berkaitan dengan hati.

Tingkatan Keislaman

Prinsip dalam beragama Islam yang wajib diketahui dan diamalkan oleh umat Islam ada tiga, yaitu:

1. Mengenal Allah Azza wa Jalla
2. Mengenal agama-Nya, yaitu Islam beserta dalil-dalilnya
3. Serta mengenal kekasih-Nya, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Setelah mengenal prinsip-prinsip tersebut terdapat lagi tingkatan yang menunjukkan keislaman seseorang. Tiap tingkatannya memiliki rukun tersendiri yang mungkin juga sudah banyak diketahui.

Tingkatan Pertama: Muslim

Seseorang dikatakan muslim apabila ia memeluk agama Islam dan menjalankan kelima rukunnya. Kelima rukun Islam tersebut, yaitu:

1. Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang patut disembah kecuali Allah semata dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah utusan-Nya.

2. Menegakkan shalat terutama shalat wajib.

3. Membayar zakat.

4. Berpuasa terutama puasa wajib di Bulan Ramadhan.

5. Menunaikan ibadah haji ke Baitullah di tanah suci bagi yang mampu.

Kedua: Mukmin

Seseorang muslim dikatakan beriman (mukmin) apabila selain dia beragama Islam dia juga mengimani Islam secara keseluruhan. Definisi iman menurut para ahlus sunnah mencakup keyakinan dalam hati, mengikrarkannya dengan lisan, dan mengamalkannya dengan anggota badan.

Iman seseorang dapat bertambah karena ketaatannya dan berkurang karena dosa dan maksiat yang dilakukannya. Iman juga memiliki rukun yang terdiri dari enam tingkatan, yaitu:

1. Beriman kepada Allah

2. Mengimani Malaikat-malaikat Nya

3. Kitab-kitab Nya

4. Rasul-rasul Nya

5. Beriman kepada hari akhir, dan

6. Mengimani qadha dan qadir Allah entah yang baik maupun buruk

Ketiga: Muhsin

Terkahir seorang muslim yang beriman haruslah memiliki siifat ihsan. Dimana didalam ihsan ia menunjukkan ketaqwaannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ihsan hanya memiliki satu rukun, yaitu beribadah kepada Allah. Jalankanlah ibadah seakan akan kamu melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Ihsan secara bahasa juga bermakna memperbaiki amal dan menekuninya serta mengikhlaskannya. Maksudnya adalah seorang muslim beriman itu haruslah memperbaiki dirinya secaraa lahir dan batin. Selain itu dia juga harus menghadirkan kedekatan dengan Allah azza wa Jalla, seakan akan kederadaan-Nya dekat dengan kita.

Islam juga beraarti berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepadaNya dengan penuh ketaatan akan segala perintahnya serta menyelamatkan diri dari berbuat syirik maupun orang-orang musyrik.

Menilik dari beberapa pengertian mengenai agama Islam sebenarnya Islam merupakan agama yang mudah dan sesuai dengan fitrah manusia. Aturan-aturan yang ada dalam Islam dibuat demi kebaikan manusia itu sendiri dan bukan untuk mempersulit.

Sejatinya Allah menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesulitan kepada mereka. Manusia saja yang berburuk sangka kepada Allah dengan menganggap Islam adalah agama yang rumit dan mengekang.

Agama Islam Di dalam Al Quran

Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat, seperti dalam firman-Nya di surah al Anbiyaa: 107.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil’aalamiin

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Al Qur’an juga diturunkan sebagai pedoman bagi manusia agar mereka diberi kemudahan, keselamatan, kebahagiaan, dan menjauhkan dari celaka. Telah disebutkan dalam surah Thaahaa: 2 – 4.

مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

maa anzalnaa ‘alayka lqur-aana litasyqaa

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ

illaa tadzkiratan liman yakhsyaa

tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ ٱلْأَرْضَ وَٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلْعُلَى

tanziilan mimman khalaqa l-ardha wassamaawaati l’ulaa

yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

Kemudahan-kemudahan Didalam Islam

Sebenarnya banyak sekali kemudahan atau keringanan yang Allah berikan kepada umat Islam sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Hanya saja sebagian orang tidak sadar akan rahmat Allah tersebut. Berikut ini beberapa contoh tentang kemudahan dalam Islam:

1. Mempelajari agama Islam, termasuk mengkaji Al Quran dan As Sunnah merupakan hal yang mudah.

2. Hanya mentauhidkan Allah dan beribadah kepada-Nya juga mudah dilakukan.

3. Melaksanakan Sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga mudah. Misalnya saja sunnah memanjangkan jenggot, memakai celana diatas mata kaki bagi pria, dan masih banyak lagi.

4. Ibadah shalat wajib hanya 5 waktu dalam 24 jam. Satu waktu shalat paling lama dikerjakan mungkin sekitar 10 menit. Itu berarti dalam setiap hari seorang Muslim hanya perlu meluangkan waktunya kurang dari 1 jam dari 24 jam waktunya untuk sholat wajib.

5. Orang yang sakit maupun lansia yang tidak kuat sholat dalam keadaan berdiri bisa mengerjakannnya dengan duduk bahkan berbaring.

6. Tidak ada air untuk bersuci diperbolehkan bertayamum.

7. Apabila terkena najis cukup disucikan bagian yang terkena najis. Tidak perlu sampai memotong atau membuang sesuatu yang terkena najis.

8. Diperbolehkan untuk menjamak dan mengqashar shalat apabila dibutuhkan. Bahkan bagi para musafir hal ini disunnahkan.

9. Puasa wajib hanya selama satu bulan, yaitu pada bulan Ramadhan saja setahun sekali.

10. Orang yang sakit dan juga musafir boleh tidak berpuasa wajib dan menggantinya pada bulan lain. Berlaku pula bagi wanita haid dan nifas juga orang ddengan uzur lainnya.

11. Lansia, perempuan hamil dan menyusui apabila tidak mampu boleh tidak berpuasa wajib. Asal mereka menggantinya dalam bentuk fidyah.

12. Zakat hanya wajib dikeluarkan satu tahun sekali bila sudah sampai nisab dan haulnya.

13. Ibadah haji hanya wajib sekali seumur hidup itupun bagi yang mampu.

14. Memakai jilbab pun mudah. Bahkan saat ini sudah banyak jilbab syari yang jugga tetap modis.
Dan masih banyak kemudahan lain yang ada dalam Islam. Itulah Islam secara ringkasnya.

Keywords: Pengertian Agama Islam

Leave a Comment