Arti Biidznillah dan Beberapa Contoh Lafadznya di Dalam Al-Qur’an

Arti Biidznillah – Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu, apapun yang terjadi di dunia ini semua atas kehendak Allah. Kita manusia tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk menolak takdir-Nya. Adapun yang bisa kita lakukan sebagai hamba hanyalah berusaha dan bertawakkal.

Tak ada peristiwa yang terjadi tanpa izin Allah, oleh karena itu umat muslim setiap kali berencana dan mengucap janji selalu mengatakan Insya Allah, “Jika Allah Mengizinkan”.

Makna Insya Allah ini dekat dengan pengertiannya dengan kalimat “Biidznillah”, yang artinya “dengan izin Allah”. Kedua kalimat ini sekilas seperti memiliki konteks yang sama namun beda penggunaannya.

Persamaannya adalah sama-sama berkaitan dengan sebuah janji. Dimana diucapkan setelah merencanakan sebuah pertemuan atau acara dan keperluan lainnya. Untuk lebih jelasnya mari kita mulai bahasan ini dengan arti Biidznillah terlebih dahulu.


Penjelasan Arti Biidznillah


poskajian.blogspot.com

Jika seseorang menggunakan kata “Biidznillah” dalam segala urusannya maka dapat dikatakan ia termasuk orang yang bertawakkal dan tidak takabbur. Di balik perjuangan dan usaha keras yang telah dilakukannya ia tetap meyakini semua tidak akan terjadi tanpa izin Allah SWT.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya arti “Biidznillah (بِإِذْنِ اللَّهِ) secara bahasa yaitu “dengan/ atas izin Allah”. Sedangkan menurut istilah biidznillah merupakan kalimat doa yang berisi permohonan atas kehendak Allah SWT, agar sesuatu yang sudah kita rencanakan dikabulkan oleh Allah.

Dalam hal ini biidznillah dapat juga dikatakan sebagai tindakan menyertakan Allah dalam segala urusan. Tujuan pengucapan kalimat ini tidak lain untuk mengharap ridho kepada Allah sehingga sesuatu terjadi seperti yang kita harapkan.

Makna pengucapan kalimat biidznillah yaitu merendahkan diri di hadapan Allah, bahwa sejatinya kita tidak boleh sombong terhadap segala hal. Sekaya dan setinggi apapun pangkat yang dimiliki, tetap tidak akan kita peroleh tanpa izin dan kehendak Allah.

Semua yang ada di muka bumi akan kembali kepada Allah, lalu apa yang kita sombongkan. Untuk itu terapkan di dalam hati, bahwasanya setiap merencanakan sesuatu semua bukan terjadi karena kehendak kita namun karena izin Allah SWT.

Perbedaan Biidznillah dan Insya Allah

Kalimat Biidznillah dan Insya Allah memiliki kesamaan dalam arti, dimana mengandung makna “izin Allah”. Namun jika diperhatikan dengan seksama kedua kalimat ini jelas sekali sangat berbeda penerapannya.

Jika kalimat Insya Allah merupakan bentuk ekspresi seseorang untuk dirinya sendiri, maka kalimat Biidznillah digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang berada di luar kekuasaannya. Artinya sesuatu yang terjadi di luar pengaturan kehendak manusia.

Pengucapan biidznillah biasanya ditujukan untuk segala sesuatu yang bersifat khusus dalam bentuk permohonan kepada Allah. Sedangkan kalimat Insya Allah digunakan untuk sesuatu yang bersifat umum dalam bentuk jawaban terhadap suatu janji.

Kita tidak bisa menentukan bahwa hari esok akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Untuk itu dengan mengucapkan biidznillah, sama artinya kita mengajukan pengharapan agar esok hari berjalan lancar sesuai dengan keinginan.

Permohonan disini artinya agar Allah memenuhi pengharapan seseorang dalam sebuah permintaan. Penggunaan kata biidznillah juga dapat dibarengkan dengan Insya Allah, kedua ini justru lebih dalam maknanya.


Penutup: Lafadz Biidznilah Dalam Al-Qur’an

قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو اللَّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ…

Artinya: “… Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.” (QS. Al-Baqarah: 249).

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah: 97).

…وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ…

Artinya: “….Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah…” (QS. Al-Baqarah: 102).

Islam mengajarkan kita selalu memuji dan menyebut nama Allah di segala kondisi, termasuk saat berjanji. Janganlah sekali-kali menjanjikan sesuatu tanpa mengucap Insya Allah, karena jika tidak terpenuhi maka berdosalah kita.

Janji adalah sebagian dari hutang, yang mana jika tidak dibayar kita akan menerima ganjarannya di akhirat nanti. Coba diingat lagi pernahkah kamu berjanji namun belum menunaikannya?

Sebegitu sempurnanya Islam mengatur pola kehidupan dalam hubungan manusia. Setiap kita pasti akan terus bersosialisasi dengan sesama, terkait berbagai urusan yang tak terelakkan. Sehingga berjanji pun seperti sudah menjadi kebiasaan dari rantai hubungan.

Saat membuat rencana, Allah memerintahkan kita agar mengatakan Insya Allah dan menerapkan makna Biidznillah. Biasakan memohon dan meminta izin kepada Allah dalam setiap perkara. Karena atas kehendaknya jualah kita masih bisa bernafas hingga hari ini.

Leave a Comment