10 Tata Cara Berdoa yang Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

10 Tata Cara Berdoa yang Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Dalam berdoa ada beberapa tata cara yang perlu diperhatikan. Berdoa tidak boleh sembarangan karena kita memanjatkan doa kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa.

Berdoa berarti memohon sesuatu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Jika kita berdoa sembarangan tentu doa kita juga tidak akan didengar oleh Allah.


Tata Cara Bedoa


Manusia adalah hamba Allah, jika kepada atasan saja kita tunduk apalagi kepada Tuhan yang menciptakan kita.

Tata cara berdoa pun ada sopan santunya seperti halnya kita memperlakukan orang yang kita anggap lebih atas daripada diri kita.

Allah sebagai Tuhan semesta alam tentu harus kita agungkan setinggi-tingginya.

Berikut tata cara berdoa yang baik dan benar agar cepat dikabulkan.

1. Berdoa Di Waktu yang Mustajab

Ada waktu-waktu yang dianggap mustajab untuk memanjatkan doa. Sebut saja hari Arafah, selama bulan Ramadhan, sore di Hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.

Seperti yang telah disebuatkan dalam hadits berikut ini bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له

“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir Allah berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepadaKu (maka) Aku kabulkan, siapa yang memintaKu (maka) Aku beri, dan siapa yang meminta ampunan pasti Aku ampuni.” [HR. Muslim]

Selain beberapa waktu mustajab diatas ada waktu-waktu lain yang juga dianggap mustajab untuk memanjatkan doa.

Ketika sedang perang, saat hujan turun, menjelang berbuka ketika puasa, saat sujud, dan antara adzan dengan iqamah.

Beberapa hadits menjelaskan tentang waktu-waktu tersebut, diantaranya hadits riwayat Abu Daud, Nasa’i, Tirmidzi, dan Muslim.

2. Menghadap Kiblat dengan Mengangkat Tangan

Menghadap kiblat saat berdoa sambil mengangkat kedua tangan sangat dianjurkan sesua dengan hadits hasan berikut ini yang artinya:

“Dari Jabir ra, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha memberi. Dia malu kepada hambaNya ketika mereka mengangkat tangan kepada Nya kemudia hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi]

Cara mengangkat tangan ketika berdoa juga telah dijelaskan dalam hadits riwayat Thabrani yang artinya:

“Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajah beliau.”

3. Beristighfar Terlebih Dahulu

Beristigfar sebelum berdoa juga sangat dianjurkan. Sebagai manusia yang penuh dengan dosa hendaknya kita malu kepada Allah.

Untuk itu sebelum meminta kepadaNya kita terlebih dahulu memohon ampun atas kelalaian kita dengan beristigfar.

4. Suara Lirih merupakan Tata Cara Berdoa

Saat berdoa hendaknya memohon dengan suara yang lirih seperti yang sudah tertulis didalam Al Quran pada surat Al Isra: 110, QS. Maryam: 2 – 3, dan QS. Al A’raf: 55.

Selain itu adapula hadits dari Abu Musa ra yang menjelaskan tentang perkara ini, bahwasannya Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

“Wahai manusia kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.” [HR. Bukhari]

5. Tidak Dibuat Bersajak

Kalimat doa yang terbaik adalah doa yang ada di dalam Al Quran dan sunnah.

Kita tidak boleh melebih-lebihkan dalam membuat kalimat doa dengan dipaksakan bersajak.

6. Tata Cara Berdoa yaitu Khusyu’

Dalam QS al Anbiya ayat 90 telah dijelaskan bagaimana seharusnya doa itu dipanjatkan.

Mereka yang khusyu’, rendah hati, serta penuh haraplah yang doanya dikabul.

7. Berkeyakinan akan Dikabulkan

Memantapkan hati dalam berdoa dan memiliki keyakinan bahwa doanya akan dijabah oleh Allah SWT.

8. Mengulang-ulang Doa

Ibnu Mas’ud pernah berkata jikalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat berdoa bahkan sering mengulangnya hingga tiga kali.

9. Tidak Tergesa-gesa termasuk Tata Cara Berdoa

Tidak tergesa-gesa yang dimaksud disini adalah mempertanyakan kepada Allah mengapa doa kita tidak segera dikabulkan.

10. Memulai doa dengan Memuji Allah dan Bershalawat untuk Rasulullah SAW

Terakhir adalah memperbanyak pujian kepada Allah tentunya dengan bacaan dzikir.

Selain itu tak lupa kita panjatkan shalawat bagi baginda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keyword: Tata Cara Berdoa

Leave a Reply