Doa untuk Orang Meninggal (Untuk Umum, Laki-laki dan Perempuan)

Bertakziah atau melayat ke tempat orang yang meninggal adalah mengunjungi orang yang sedang terkena musibah.

Seorang laki-laki yang bertakziah dan membacakan doa untuk orang meninggal disebut dengan mu’azziyin, sedangkan perempuan disebut dengan mu’azziyat.


Adab Takziah


Hukum untuk bertakziah adalah sunnah. Tetapi sangat dianjurkan bagi setiap muslim agar bertakziah, untuk turut berbela sungkawa dan menguatkan suasana batin keluarga yang ditinggalkan.

Mengenai adab-adab pada saat bertakziah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Menghindari hal-hal tabu atau yang tidak pantas

romadecade.org

Salah satu caranya adalah dengan kita berpakaian, hendaknya tidak menggunakan pakaian-pakaian mencolok dan cenderung glamor. Begitu pula cara kita berhias sebaiknya tidak perlu berlebihan.

2. Menunjukkan rasa duka

materipraktis.com

Bahwasanya setiap kematian adalah hal yang tidak ingin cepat-cepat dialami setiap orang karena pasti menimbulkan perasaan duka dan kehilangan mendalam terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Oleh karena itu orang yang bertakziah sebaiknya turut menunjukkan rasa kedukaan tersebut dengan tulus.

Dimana lebih baik jika ungkapan bela sungkawa tersebut disampaikan dalam bentuk doa. Tentu saja selain praktik-praktik merawat jenazah. Adapun doa untuk orang meninggal adalah berikut ini.

widiutami.com

Bacaan di atas adalah bagi jenazah laki-laki, sedangkan bagi jenazah perempuan perbedaannya adalah mengganti akhiran (–u) menjadi (–a) .

3. Tidak banyak berbicara

islam.nu.or.id

Ketika bertakziah, daripada banyak mengobrol dan bahkan lebih parahnya sampai membincangkan aib jenazah semasa kehidupannya dengan sesama teman yang datang bertakziah, alangkah lebih baiknya untuk diam.

Begitu pula ketika mengajak berbincang dengan keluarga yang sedang berduka, hendaknya tidak perlu berlebihan dan seperlunya saja.

4. Tidak mengumbar senyuman secara berlebihan

tribunnews.com

Meskipun dalam keadaan normal, tersenyum dihitung pahalanya seperti bersedekah, namun dalam konteks ini harus dibatasi.

Sebab senyum mengandung makna kegembiraan, sehingga sangat tidak etis jika ditunjukkan secara berlebihan.

Adab-adab tersebut juga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah yang bersangkutan.

Dengan bertakziah pula, seharusnya menjadi pengingat kita bahwa kematian bisa datang menghampiri siapa saja dan kapan saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

Takdir rahasia berupa kematian tidak dapat dielakkan oleh siapapun. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu malaikat menjemput.

kumparan.com

Terutama kepada kedua orang tua kita, dimana seseorang dituntut untuk terus berbakti (birul waliddain) meskipun mereka telah tiada.

Yang bisa dilakukan adalah dengan mengirimkan doa dan permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Kita bahkan tidak diperkenankan untuk fokus terlarut dalam kesedihan. Justru lebih baik agar menyegerakan untuk mengirim doa kepada mereka. Dan bukannya justru bergegas membagi dan memperebutkan harta warisan.

Dalam pandangan sebagian besar ulama, doa yang diucapkan orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal, manfaat dan pahalanya akan sampai kepada mereka.

Sebab tak ada lagi yang dapat menolong orang yang sudah meninggal selain amal perbuatannya di dunia, ilmu yang bermanfaat, serta doa dari anak-anak dan keluarganya.

Inilah mengapa begitu penting doa untuk orang meninggal tersebut. Mendoakan orang meninggal termasuk perbuatan yang baik dan dianjurkan.


Doa Untuk Orang Meninggal


Berikut adalah beberapa doa untuk orang yang sudah meninggal baik laki – laki maupun perempuan :

Doa Saat Ada Orang yang Meninggal

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqba hasanah.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah diriku dan dia serta berikan kepadaku darinya pengganti yang lebih baik.

Doa Untuk Orang Meninggal Laki – Laki sesuai sunnah

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا

اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ

اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Allaahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu anhu wa akrim nuzu lahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmaai wats-tsalji walbaradi wanaqqihi minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wazaujan khairan min zaajihi wa adkhilhuljannata wa ‘aidzhu min ‘adzaabilqabri wafitnatihi wamin ‘adzaabinnaari.

Allaahummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa wasyaahidinaa waghaaibinaa washaghiiranaa wakabiiranaa wadzakarinaa wauntsaana.

Allaahumma man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal islaami waman tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal iimaani.

Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa tudhillanaa ba’dahu birahmatika yaa arhamar raahimiina. Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.”

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskan lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami atau istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dia dari siksa kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.

Ya Allah, berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil – kecil kami yang dewasa, kami yang laki – laki maupun perempuan.

Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman.

Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Allah yang lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Doa Untuk Orang Meninggal Perempuan

Untuk mayat perempuan doanya sama hanya saja lafal ‘hu’ pada doa untuk mayat laki – laki kita ganti dengan lafal ‘ha’. Itu menunjukkan bahwa mayat tersebut adalah perempuan.

Doa Permohonan Untuk Orang Meninggal

Adapun permohonan lain untuk doa orang yang sudah meninggal dunia, diantaranya adalah :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Rabbigh firlii waliwaalidayya.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku dan ibu bapakku.” (QS Nuh : 28)

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Waqurrabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.

Artinya : Dan ucapkanlah : “Ya Allah, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua yang mengasihikua di waktu aku kecil.” (QS Al Isra : 24)

Adapun berikut ini bacaan doa bagi kedua orang tua yang sudah meninggal, sekaligus doa permohonan ampunan yang diajukan secara umum bagi umat islam.

bagiinfo.com

Dan ditutup dengan doa sapu jagad, shalawat nabi, serta Al-Fatihah. Dijelaskan bahwa begitu gembiranya orang-orang dalam kubur yang menerima kiriman doa melebihi kegembiraan mendapatkan kekayaan sebesar dunia dan isinya.

Doa untuk orang meninggal ini begitu penting terutama disampaikan oleh keluarganya, karena termasuk yang paling dekat dengannya, baik secara hubungan sosial maupun nasabnya.

Keyword: Doa untuk Orang Meninggal

Leave a Comment