Beberapa Macam Doa Sore Hari dan Terjemahannya

Doa Sore Hari – Doa adalah perwujudan dari sifat rendah hati (tawadhu’). Kekuatan doa tidak memandang kedudukan, pangkat, maupun derajat manusia. Saat bermunajat kepada Allah SWT kita semua adalah sama tanpa perbedaan suku maupun budaya.

Umat muslim di seluruh dunia meyakini bahwa saat membisikkan doa dan harapan, Allah SWT pasti mendengarnya. Allah telah menjelaskan kepada kita di dalam firmannya, surat Al-Baqarah ayat 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186).

Maka mendekatlah kepada Allah di setiap suka dan dukamu. Apabila memperoleh kesenangan, bersyukurlah di dalam doa, dan apabila kesedihan datang mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada hamba-Nya yang senantiasa bertaubat.


Doa dan Kegiatan Sore Hari


asmaulhusna.id

Sore hari dimulai saat masuk waktu ashar hingga menjelang matahari terbenam, kira-kira pukul 15.30 hingga pukul 18.00. Waktu dimana berbagai aktivitas mulai diakhiri, petani pulang ke rumah maupun para karyawan kembali dari kantornya.

Setelah mencari nafkah dari pagi hingga menjelang sore, ada baiknya kita menutup sore hari dengan memanjatkan rasa syukur. Membaca dzikir dan doa sore hari selepas sholat ashar adalah waktu yang tepat untuk bermunajat atas rezeki dan karunia yang Allah berikan hari ini.

Sore adalah waktu yang tepat untuk bersantai, berkumpul dengan keluarga, atau bercengkrama dengan tetangga. Namun kebanyakan dari kita khususnya para wanita justru memanfaatkan waktu itu untuk bergunjing dan menjelek-jelekkan orang.

Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang apabila dimulai sulit untuk menghilangkannya. Untuk itu hindarilah perkumpulan yang tidak terlalu memberikan faedah. Di kala sore lebih baik berdiam diri di rumah bemunajat sembari memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Doa Sore Hari

Rasulullah SAW mengajarkan lafal doa yang baik dibaca pada sore hari. Abu Hurairah RA meriwayatkan doa Rasulullah SAW yang dibaca ketika sore hari sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 63.

اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

Berikut beberapa kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengisi waktu sore:

 

Perbanyak Berdzikir

Dengan berdzikir hati kita akan senantiasa ingat kepada Allah. Dengan mengingat Allah pikiran akan tenang, terhindar dari kecemasan dan kegelisahan yang berlebihan. Untuk menenangkan hati kamu dapat membaca kalimat

Hasbunallah wani’malwakiil, wa Laa haula walaa quwwata illaabillaah.”

Selain itu perbanyak juga membaca istighfar setiap kali hati mulai gundah. Istighfar yang sungguh-sungguh Insya Allah mampu menghalau pikiran-pikiran negatif dari otak kita. Sehingga pikiran jauh lebih tenang karena semua disandarkan kepada Allah Ta’ala.

Perbanyak Tadarus

Sudah jelas terbukti keutamaannya ketika membaca Al-Qur’an hati akan terasa tenang dan tentram. Seperti yang dikatakan oleh Opick lewat lagunya, “Obat hati ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur’an dan maknanya.”

Di sela-sela kesibukan bekerja, sempatkan lah dalam sehari untuk membuka Mushaf meski hanya membaca satu ayat. Semoga lewat satu ayat yang kita baca terjaga hati kita dari kekeluan yang tidak ada ujung.

Jangankan membaca, dengan mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an saja bisa menimbulkan efek rileks pada saraf-saraf manusia. Hal ini memang sudah dijanjikan oleh Allah dalam surat Ar-Ra’d ayat 28:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Banyak-Banyak Bersyukur

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 13).

Setiap kali kita bersyukur maka Allah akan melipat gandakan nikmatnya kepada hamba-Nya yang sabar. Luangkan waktu sejenak di sore hari dan renungkan sudah berapa banyak nikmat yang Allah berikan kepadamu?

Nikmat sehat, bernafas dengan mudah, lancar dalam segala urusan, maka apalagi yang harus kita keluhkan. Sebagai khalifah di muka bumi ini, maka jalanilah tugasmu sebaik mungkin.

Jangan pernah iri melihat rezeki orang lain yang mungkin lebih dari kita. Bisa saja kita hanya melihat luarnya saja, namun ternyata Allah berikan mereka cobaan yang lebih berat tanpa kita ketahui.

Selalu ucapkan “Hamdalah” sebesar apapun rezeki yang kiat peroleh hari ini. Rezeki tidak melulu soal harta, anak yang sehat, istri yang sholehah, keluarga sederhana yang selalu membantu sesama, itupun merupakan rahmat dari Allah yang tak ternilai harganya.

Yakinlah bahwa setiap makhluk sudah memiliki ketetapan nya masing-masing. Dan segala sesuatu yang sudah menjadi ketentuan Allah itulah jalan terbaik bagi kita semua.

Doa Sore Hari Lainnya

Imam At-Tirmidzi meriwayatkan doa sore Rasulullah SAW dari Tsauban RA sebagai berikut:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا

Artinya: “Aku rela Allah sebagai tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Al-Hakim).

Selain doa singkat itu, Imam An-Nawawi juga mengutip doa pagi Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Mas‘ud dalam Sahih Muslim berikut ini:

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى المُلْكُ للهِ، وَالحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسْلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ

Artinya: “Kami dan kuasa Allah bersore hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu kejahatan malam ini dan malam sesudahnya. Tuhanku, aku memohon perlindungan-Mu dari kemalasan dan kedaifan masa tua. Aku memohon perlindungan-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur.”


Sekian dulu tentang doa sore hari dan beberapa penjelasan lain terkait. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan ibadah kita. Wallahu A’lam..

Leave a Comment