√ Doa Ketika Marah yang Disebutkan dalam Beberapa Hadits

Doa Ketika Marah yang Disebutkan dalam Beberapa Hadits

Doa Ketika Marah – Ada saatnya sebagai manusia biasa kita merasakan atau bahkan meluapkan emosi berupa amarah.

Pepatah mengatakan kesabaran itu ada batasnya padahal di dalam Islam kesabaran itu tidak ada batasnya.

Setiap orang tidak punya batas sabar, tapi semua manusia memiliki hawa nafsu dan juga amarah di dalam dirinya.


Doa Ketika Marah


Ketika seseorang merasakan emosi kemarahan bukan berarti kesabarannya telah habis.

Hanya saja sebagai manusia biasa wajar bila kita meluapkan rasa marah tersebut.

Manusia akan marah bila haknya terganggu itu naluri alamiah sebagai mahkluk yang memiliki hawa nafsu.

Namun, sebagai seorang Muslim kita tidak boleh mengekspresikan rasa amarah hingga menggebu-gebu.

Akan lebih baik bila kita meredam rasa amarah tersebut dengan hal-hal yang baik.

Meredakan amarah bisa dimulai dengan beristigfar dan membaca doa.

Apalagi di dalam Islam tidak diperbolehkan untuk marah atau bermusuhan lebih dari tiga hari.

Untuk meredam amarah akan lebih baik membaca doa ketika marah.

Berikut doa yang bisa dibaca ketika sedang merasa marah.

Doa Pertama

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ

Allaahummaghfirlii dzanbii wa adzhib ghaizha qalbii wa ajirnii minas syaithaani.

“Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.”

Apabila orang sedang dilanda rasa marah sekurang-kurangnya membaca ta’awudz, tapi alangkah baiknya bila berwudhu lalu melakukan shalat dua rakaat. Setelah itu berdoa kepada Allah dan memohon petunjuk-Nya.

Doa Kedua

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ اَللّٰهُمَّ رَبَّ مُحَمَّدٍ اغْفِرْلِىْ ذَنْبِىْ وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِىْ وَاَجِرْنِىْ مِنْ مُضِلاَّتِ اْلفِتَنِ

Allahumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghaizha qalbi wa ajirni min mudhillatil fiitan.

“Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan selamatkanlah aku dari kesesatan fitnah.”

Doa diatas disebutkan oleh Ibnu Sunni dalam kitabnya ‘Amalul Yaum wa Lailah dalam dua redaksi hadits yang berbeda.

Pertama, suatu ketika dua orang laki-laki mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk bertaubat.

Kemudian salah satu dari dua orang tersebut marah lalu Nabi menyuruhnya unntuk membaca taawudz agar marahnya hilang.

Redaksi Hadits

Redaksi hadits yang kedua menyebutkan ketika Aisyah marah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang hidungnya kemudian berkata.

“Wahai Aisyah, bacalah: ‘Allahumma rabba muhammadin ighfirli dzambi wadzhib ghaidzho qalbi wa ajirni min mudhillatifitan.’

Didalam Quran Surah Ali Imran ayat 134 Allah memuji orang yang bisa menahan marah.

Orang yang bisa menahan amarah dan memaafkan orang lain merupakan kriteria dari orang-orang yang bertaqwa.

Allah khusus memuji orang yang bisa menahan amarahnya karena menahan amarah membutuhkan usaha yang sangat kuat.

Seorang sahabat, yaitu Sulaiman bin Surd radhiyallahu anhu bercerita:
“Suatu hari saat saya duduk bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah memerah wajahnya hingga urat lehernya terlihat. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

“Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat jika dibaca oleh orang ini marahnya akan hilang. Maka bacalah : A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang.” [HR Bukhari dan Muslim]

Tentunya bacaan tersebut sangat ringkas dan hampir semua orang telah menghafalnya bahkan anak-anak.

Sering menjadi masalah pada umumnya adalah orang yang sedang marah sulit untuk mengendalikan diri sehingga biasanya lupa mengamalkan apa yang dipelajari.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah agar selalu ingat kepada-Nya bahkan disaat marah sekalipun.

Keyword: Doa Ketika Marah

Leave a Reply