√ Bacaan Tahmid Sesuai Ayat Quran yang Bisa Diamalkan

Bacaan Tahmid Sesuai Ayat Quran yang Bisa Diamalkan

Bacaan tahmid merupakan kalimat yang berisi ungkapan rasa syukur kita kepada Allah. Kalimat tahmid yang paling sederhana adalah bacaan hamdalah atau Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Sebagai hamba Nya yang mendapat banyak limpahan rahmat dan karunia Nya sudah sepantasnya kita memperbanyak rasa syukur.


Bacaan Tahmid


Ucapkanlah Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Sang Pencipta. Tanda syukur kita kepada Allah adalah bukti ketaatan kita kepadaNya.

Untuk itu bersyukurlah disetiap tempat dan setiap waktu. Hal itu juga bisa mendekatkan diri kita lebih dekat lagi dengan Allah.

Syukur itu tidak hanya dapat diungkapkan melalui perkataan, tapi juga melalui sikap dan tingkah laku kita. Bersyukur itu sifat mulia karena dengan bersyukur hidup akan sejahtera dengan ketenangan hati.

Semakin sering kita bersyukur semakin kita terhindar dari sifat tamak dan riya’. Berikut ini bacaan tahmid yang ada di dalam setiap doa dan maknanya serta waktu dimana dianjurkan mengucap kalimat tahmid.

Doa Berisi Bacaan Tahmid

Inilah doa-doa shahih yang diambil dari Al Quran yang isinya mengandung bacaan tahmid. Hendaknya doa-doa dibawah ini diamalkan pada setiap waktu.

1. QS An Naml: 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Arab-Latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artiny: Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

2. QS. Al Ahqaaf: 15

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab-Latin: Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā, ḥamalat-hu ummuhụ kurhaw wa waḍa’at-hu kurhā, wa ḥamluhụ wa fiṣāluhụ ṡalāṡụna syahrā, ḥattā iżā balaga asyuddahụ wa balaga arba’īna sanatang qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn

Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“.

3. QS. Ibrahim: 39

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

Arab-Latin: Al-ḥamdu lillāhillażī wahaba lī ‘alal-kibari ismā’īla wa is-ḥāq, inna rabbī lasamī’ud-du’ā`

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

4. QS. Al Kahfi: 1 – 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا

Arab-Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj’al lahụ ‘iwajā

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

Artinya: Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,


Waktu yang Dianjurkan untuk Mengucapkan Bacaan Tahmid


1. Setelah selesai makan dan minum.

2. Ketika shalat, terutama saat melakukan gerakan i’tidal atau gerakan berdiri sebelum rukuk.

3. Setelah shalat kita memang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir termasuk salah satunya dengan bacaan tahmid. Jumlahnya diutamakan ganjil. Boleh sebanyak 33 kali jika lebih akan lebih baik.

4. Di awal khutbah, ceramah, atau sejenisnya juga dianjurkan untuk membaca kalimat tahmid.

5. Saat mendapat kenikmatan atau terhindar dari musibah kita juga dianjurkan untuk bertahmid. Baik itu berupa kejadian yang menimpa kita maupun yang menimpa orang lain.

6. Saat bersin kita juga dianjurkan mengucap hamdalah karena dengan bersin kotoran atau penyakit yang ada dalam diri kita dikeluarkan.

7. Dan yang terakhir saat mempunyai pakaian atau sesuatu yang baru.

Keyword: Bacaan Tahmid

Leave a Reply