Kitab Kuning, Kitab dengan Arab Gundul ‘Santapan’ Para Santri

Kitab kuning adalah sebutan untuk buku-buku berbahasa arab yang berisi tentang ilmu-ilmu agama Islam. Dinamakan kitab kuning karena dulunya kebanyakan dari buku-buku ini umurnya sudah tua karena disimpan. Sehingga warna kertasnya menguning dan disebutlah kitab kuning hingga saat ini.


Kitab Kuning


Keberadan buku ini masih menjadi perdebatan di kalangan Umat Islam. Ada yang memakainya dan adapula yang menolaknya. Bagi mereka yang sepakat dengan kitab kuning, biasanya akan dipelajari di pesantren-pesantren oleh para santri. Sedang mereka yang menolak atau tidak setuju menganggap buku-buku tersebut merupakan kitab bid’ah.

Sebutan Kitab kuning merupakan istilah yang digunakan oleh sebagian masyarakat untuk menyebut buku-buku berbahasa arab gundul. Sejak dulu, buku-buku seperti ini telah banyak digunakan di pesantren-pesantren sebagai pelajaran para santrinya.

Berikut ini pemaparan mengenai kitab kuning dari dua sisi. Pertama dari sisi mereka yang memakai buku ini dan kedua adalah mereka yang menganggap buku-buku tersebut sebagai buku bid’ah. Inilah pemaparannya:

Sisi yang Setuju secara Keseluruhan

Bagi mereka yang setuju dengan ilmu di dalam semua buku Arab gundul, menjadikannya sebagai acuan bahan ajaran di pesantren-pesantren. Mungkin untuk sebagian besar santri, terutama mereka yang berasal dari pondok berbasis NU atau Nahdlatul Ulama pasti tak asing lagi dengan buku-buku Arab Gundul.

Sebenarnya tidak hanya warga NU yang memakai buku-buku ini. Hanya saja warga Nu paling rajin dalam mengkaji buku-buku ilmu pengetahuan dalam bahasa Arab ini. Kitab kuning memang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam, seperti fiqih, aqidah, akhlaq atau tasawuf, nahwu sharaf, hadits, tafsir, dan sebagainya.

Kebanyakan orang juga menyebut kitab kuning dengan sebutan kitab gundul karena huruf di dalam buku ini memang gundul tanpa harakat. Untuk itu karena menggunakan bahasa Arab dan huruf gundul kitab ini lebih sering dipakai oleh mereka para santri yang memang sudah terbiasa. Berikut ini beberapa buku ilmu pengetahuan dalam Bahasa Arab yang terkenal dalam berbagai bidang:

Di bidang tafsir ada tiga kitab terkenal, yakni  Tafsir Thabari, Tafsir Ibnu Katsir, dan Tafsir Jalalain. Pada bidang Ulumul Qur’an ada Kitab I’rabul Qur’an, Asbabu Nuzulil Qur’an, Fadalailul Qur’an, Majazul Qur’an, Lubabun Nuzul, At Tibyan Imam Nawawi, dan Fath Al Rahmaan.

Bidang fiqih ada Kitab Fathul Mu’in dan Raudhatul Thalibin, bidang hadits ada Fathul Bari, bidang tasawuf dan akhlak ada Ihya Ulumuddin karya Al Ghazali dan Riyadhus Shalihin. Selain dalam bentuk cetak, kitab kuning juga tersedia dalam bentuk digital, ada Maktabah Syamilah dan Lidwa Desktop.

Sisi yang Tidak Mempercayai Semua Penulisnya

Tidak semua kitab diatas dianggap bid’ah oleh mereka yang tidak sejalan. Buku-buku yang dianggap bida’ah adalah yang ditulis oleh Sayyid Quthb, Al Ghazali, At Turabi , Al Harits Al Muhasibi, dan beberapa tokoh lainnya.

Lalu menurut pandangan mereka yang tidak setuju dengan keberadaan kitab karya Al Ghazali dan tokoh bid’ah lainnya seperti apa? Menurut mereka, kitab kuning yang ditulis oleh para Ahlul Bid’ah tidak bersandar pada Al Qur’an dan As Sunnaah serta Atsar Salafus Shalih dari kalangan para sahabat. Diantara mereka malah ada yang menjelek-jelekkan para sahabat seperti halnya orang Syiah Rafidhah.

Mereka para ahlul bid’ah hanya berpedoman pada logika dan kaidah bahasa. Para ahlul bid’ah yang menulis beberapa kitab tidak mau berpedoman pada buku-buku tafsir yang ma’tsur. Kebanyakan dari mereka hanya berpegang pada kitab-kitab ada atau sastra dan bahasa serta kitab-kitab ilmu kalam.

Meskipun begitu boleh kita mempelajari buku-buku yang ditulis oleh mereka para ilmuwan salafus shalih yang jauh dari bid’ah. Kaum muslimin bermanhaj salafus shalih juga mempelajari kitab-kitab kuning. Tentu yang ditulis oleh mereka yang bukan merupakan ahlul bid’ah.

 

Leave a Comment