Arti Wa Iyyaki, Wa Iyyaka, Wa Iyyakum | Saling Mendoakan Antar Muslim

Arti Wa Iyyaki – Pada kesempatan kali ini kita akan belajar Bahasa Arab. Kata yang akan kita pelajari kali ini adalah Wa Iyyaki, Wa Iyyaka, dan Wa Iyyakum.

Kata ini biasanya diucapkan oleh orang yang mendengar kata “Jazaakallah khairan” yang artinya “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan” atau “Jazakumallah khairan katsiiraa” artinya “Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan”.

Baca juga: Arti Syukron


Arti Wa Iyyaki, Wa Iyyaka, dan Wa Iyyakum


poskajian.blogspot.com

Nah, jika kita sudah mengetahui Jazakallah dan maknanya, selanjutnya kita akan membahas Wa Iyyaki/ Wa Iyyaka. Tiga kata ini biasa digunakan sebagai bentuk respon dari kata Jazakallah. Lalu, apa perbedaan diantara ketiganya? coba perhatikan penjelasan berikut ini:

1) Wa Iyyaka, artinya “Dan kepadamu juga” (untuk laki-laki)
2) Wa Iyyaki, artinya “Dan kepadamu juga” (untuk perempuan)
3) Wa Iyyakum, artinya “Dan kepada kalian juga” (untuk laki-laki dan perempuan jamak)

Berdasarkan penjelasan di atas, tiga kata tersebut mengandung makna kembali mendoakan orang yang telah mendoakan kita dengan ucapan “jazakallah khairan”.

Untuk lebih memahami penggunaan kata Wa Iyyaki, Wa Iyyaka, Wa Iyyakum, berikut ini contoh percakapan menggunakan kata tersebut.

Contoh Percakapan Menggunakan Wa Iyyaka

A : “Syukron Akhi, sudah menyempatkan hadir memenuhi undangan kami”
B : “Afwan akhii, dengan senang hati”
A : “Jazakallah Khairan, akhii”
B : “Aamiin, Wa Iyyaka..”

Keterangan: penggunaan kalimat Wa Iyyaka ditujukan kepada lawan bicara laki-laki

Contoh Percakapan Menggunakan Wa Iyyaki

Perempuan: “Syukron akhii atas bantuannya hari ini. Jazakallah Khairan Katsiiraa.”
Laki-laki: “Wa Iyyaki ukhtii.”

Keterangan: penggunaan Wa Iyyaki ditunjukkan kepada lawan bicara perempuan

Contoh Percakapan Menggunakan Wa Iyyakum

Seorang dermawan membagikan sembako bagi kaum yang kurang mampu. Kemudian beberapa di antara orang yang tidak mampu tersebut mengucapkan “Jazakallah Khairan Katsiiraa”. Maka untuk membalas ucapan mereka, si dermawan membalasnya dengan ucapan “Wa Iyyakum”.

Keterangan: penggunaan Wa Iyyakum ditunjukkan kepada lawan bicara yang lebih dari 1 orang (banyak).

Makna Wa Iyyakum

Kalimat Wa Iyyakum mengandung makna seorang hamba yang selalu senantiasa mengharapkan segala kebaikan dari Allah SWT bagi orang yang memberi ucapan dalam bentuk sebuah doa kebaikan pula bagi kita.

Ini menjadi bentuk rasa terima kasih kita terhadap siapapun orang yang memberikan kita doa dalam bentuk kebaikan. Tentu saja, dalam agama Islam kita dianjurkan agar bisa saling mendoakan sesama muslim.

Sebagaimana yang tertulis dalam sebuah hadits riwayat muslim :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya: “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat: ‘kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu’”. (HR Muslim).

Abdul Baqi berpendapat, maksud dari kata “Zahrul Ghaib” dalam redaksi hadits di atas adalah tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

Maka, jika kita mendoakan orang lain secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, doa yang kita panjatkan tersebut akan bermanfaat bagi yang didoakan serta bermanfaat pula bagi pribadi kita sendiri. Sebagaimana doa yang kita panjatkan untuk orang lain tersebut tanpa berkurang sama sekali.

Mengapa kita perlu mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang didoakan?

Orang yang mendoakan secara diam-diam tentu lebih ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun dari orang yang didoakan. Itulah kenapa mendoakan orang lain secara diam-diam sangat dianjurkan.

Nah! Maka, semakin banyak kita mendoakan orang lain, maka semakin banyak pula mendoakan kita sebagaimana diriwayatkan dari hadits di atas. Semoga dengan begitu doa yang sama juga kembali kepada diri kita sendiri.


Demikian pembahasan kita kali, semoga kita semua umat muslim mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

Leave a Comment