Arti Insya Allah | Literasi Penulisannya ke Dalam Bahasa Indonesia

Arti Insya Allah – Islam mengajarkan kita selalu memuji dan menyebut nama Allah di segala kondisi, termasuk saat berjanji. Janganlah sekali-kali menjanjikan sesuatu tanpa mengucap Insya Allah, karena jika tidak terpenuhi maka berdosalah kita.

Janji adalah sebagian dari hutang, yang mana jika tidak dibayar kita akan menerima ganjarannya di akhirat nanti. Coba diingat lagi pernahkah kamu berjanji namun belum menunaikannya?

Sebegitu sempurna nya Islam mengatur pola kehidupan dalam hubungan manusia. Setiap kita pasti akan terus bersosialisasi dengan sesama, terkait berbagai urusan yang tak terelakkan. Sehingga berjanji pun seperti sudah menjadi kebiasaan dari rantai hubungan.


Pengertian dan Arti Insya Allah


afyan.com

Saat membuat janji, Allah memerintahkan kita agar mengatakan Insya Allah, seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 23-24 di bawah ini:

[23] وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

Artinya: “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,” [ 23 ]

[24] إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Artinya: “kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini”. [ 24 ]

Arti kata Insya Allah secara bahasa “In” (jika), “sya’a” (menghendaki), dan Allah. Jika dirangkaikan menjadi kalimat berarti “jika Allah menghendaki”. Artinya dalam segala urusan kita tetap menyerahkannya kepada Allah SWT akan terjadi atau tidaknya.

Apapun yang sudah kita atur sebaik mungkin jika Allah belum menghendakinya maka hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Oleh karena itu jangan lupa untuk terus mengingat dan menyebut nama Sang Pemilik Kehendak dalam setiap urusanmu.

Dengan begitu jika janjimu tidak dapat terpenuhi karena suatu halangan, maka janji tersebut dapat dibayarkan ketika sudah mampu. Dalam artian jika janji tersebut berupa waktu maka carilah waktu luang untuk menepatinya.

Tidak ada yang pernah bisa memprediksi segala sesuatu yang berkaitan dengan kejadian yang akan datang. Hanya Allah yang Mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok, kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan sebaik mungkin.

Penerapan Insya Allah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ucapan Insya Allah bukan berarti bisa digunakan untuk mengingkari janji seenaknya saja. Meskipun mengandung arti apabila Allah menghendaki, namun kita tetap harus bertanggung jawab dalam setiap kata yang dilontarkan.

Pada praktiknya makna Insya Allah cenderung pada kalimat “iya, saya pasti akan menepati janji yang sudah saya buat”. Jika begitu kenapa harus menambahkan kata Insya Allah, karena ditakutkan rencana yang telah disusun tersebut berpotensi gagal, yang mana itu adalah takdir yang tak bisa dihindari.

Sempat disinggung sebelumnya jika menepati janji tanpa alasan jelas, maka termasuk ke dalam perbuatan mendzalimi hak seseorang. Namun dengan adanya ucapan Insya Allah, berarti meyakinkan orang yang dijanjikan bahwa pasti akan terjadi dengan seizin Allah SWT.

Musabab Allah memerintahkan untuk mengucapkan kalimat ini sebagai peringatan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau pernah berjanji kepada orang-orang Quraisy akan menceritakan kisah Ashabul Kahfi, kisah Zulkarnaen, dan perihal ruh.

Besok akan aku kabarkan kepada kamu atas pertanyaanmu itu

Kira-kira begitulah janji Rasulullah terhadap kaum kafir Quraisy dan tidak menyebut nama Allah dalam janjinya. Oleh karena itu Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Al Kahfi: 23-24) guna memberikan teguran kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengucapkan Insya Allah setiap kali berjanji.

Untuk itu marilah kita sama-sama mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya agar terhindar dari sifat-sifat kemunafikan.

Literasi Penulisan Kata Insya Allah

Tak hanya lewat ucapan, Insya Allah juga bisa disampaikan lewat tulisan. Di zaman modern ini kita lebih sering mengatur temu janji lewat pesan singkat maupun sosial media. Nah aturan membubuhkan kalimat Insya Allah juga tetap berlaku tentunya.

Di Indonesia sendiri banyak perdebatan mengenai penulisan kalimat Insya Allah ke dalam tulisan latin. Karena memang kalimat tersebut langsung diserap dari bahasa aslinya, Bahasa Arab. Ada beberapa yang menuliskan Insya Allah, ada pula yang menggunakan Insha Allah

Jika kita pahami dari tulisan aslinya [إِنْ شَاءَ اللَّهُ] maka penggunaan “sya’ lebih tepat dibandingkan ‘sha”, karena huruf hijaiyah yang digunakan adalah syin (ش).

Namun semua itu dikembalikan kepada literasi bahasa di masing-masing daerah. Di Inggris diartikan (ش) ‘shaa’, sehingga orang Inggris menuliskan إِنْ شَاءَ اللَّهُ menjadi “Inshaa Allah”. Disini tujuan literasi disesuaikan dengan fungsinya, yaitu untuk membantu pengucapan kalimat Arab dengan benar.


Wallahu A’lam.

Leave a Comment