Arti Ana Uhibbuka Fillah | Ungkapan Cinta dalam Bahasa Arab

Arti Ana Uhibbuka Fillah – Uhibbuki atau Uhibbuka Fillah (tulisan arab اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ ) Nah, untuk kalian yang masih bingung artinya kalimat ini dan bagaimana cara menjawab atau membalas jika mendapatkan ucapan Ana Uhibbuka Fillah? Yuk, kita simak penjelasan artikel ini!

Apa sebetulnya ana uhibbuka fillah itu?

Memiliki rasa cinta merupakan fitrah manusia. Meski begitu, realita yang terlihat malah sebaliknya, benci lebih sering terdengar di telinga dari pada ungkapan saling mencintai.

Padahal, mengucapkan atau mengungkapkan sebuah rasa cinta karena Allah menjadi anjuran dalam ajaran Agama Islam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan sabda dari Rasulullah SAW:

‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ

Artinya: “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tau bahwa dia mencintainya.” (Hadits hasan (al-Albani) : at-Tirmidzi nomor 2392).


Arti Ana Uhibbuka Fillah


umroh.com

Kalimat yang digunakan dalam menyatakan perasaan cinta tersebut dapat diungkapkan dengan menggunakan perkataan “Ana Uhibbuki Fillah” atau ‘Ana Uhibbuka Fillah”. Apa makna dari kalimat Ana Uhibbuki Fillah? Apabila kita artikan satu persatu kalimatnya, maka arti perkataannya seperti berikut ini:

Ana / اَنَا diartikan : “Saya”
Uhibbuki / اُحِبُّكِ diartikan: “Saya mencintaimu”
Fillah / فِي ﷲِ diartikan: “Karena Allah”

Maka, jika digabungkan membentuk sebuah kalimat yang dalam bahasa Arabnya اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ memiliki arti “Saya mencintaimu karena Allah”.

Jika kalimat ditujukan kepada seorang laki-laki, maka ia berkata اَنَا اَحِبُّكَ فِي ﷲِ “Ana uhibbuka fillah”. Jika kalimat ditujukan kepada seorang wanita, maka ia berkata اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲ “Ana uhibbuki fillah”.

Lantas, bagaimana cara kita menjawab ucapan Ana Uhibbuka Fillah ini?

Jika mendapatkan ucapan seperti diatas, maka kita dapat menjawab:

“Ahabbakalladzii Ahbabtaniilahu” ( أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ ), artinya “semoga Allah mencintaimu yang telah membuatmu mencintaiku karena-Nya” jika yang mengucapkan seorang laki-laki. Sedangkan jawaban “Ahabbakilladzii Ahbabtaniilahu” jika yang mengucapkan seorang wanita.

Makna Kalimat Cinta Karena Allah

Cinta karena Allah adalah cinta yang didasari dengan iman dan takwa yang kemudian diimplementasikan dalam amal nyata, Ma Fi Qalbi Ghairullah. Cinta karena Allah lebih tinggi dan lebih mulia dari cinta hubungan nasab, juga lebih tinggi dan lebih mulia dari cinta karena harta dan tahta.

Dalam Islam, cinta seorang mukmin kepada saudaranya harus karena Allah SWT, dan benci juga harus karena Allah. Seorang muslim yang mencintai sesamanya dengan cinta karena Allah, ia akan mendapatkan kemuliaan yang sangat tinggi di sisi Allah. Dalam sebuah riwayat dijelaskan:

أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ عِبَادِ اللهِ لَأُنَاسًا مَا هُمْ بِأَنْبِيَاءَ وَلَا شُهَدَاءَ يَغْبِطُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ وَالشُّهَدَاءُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِمَكَانِهِمْ مِنَ اللهِ تَعَالَى قَالُوْا يَا رَسُوْلَ اللهِ تُخْبِرُنَا مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ قَوْمٌ تَحَابُّوْا بِرُوْحِ اللهِ عَلَى غَيْرِ أَرْحَامٍ بَيْنَهُمْ وَلَا أَمْوَالٍ يَتَعَاطَوْنَهَا فَوَاللهِ إِنَّ وُجُوْهَهُمْ لَنُوْرٌ وَإِنَّهُمْ عَلَى نُوْرٍ لَا يَخَافُوْنَ إِذَا خَافَ النَّاسُ وَلَا يَحْزَنُوْنَ إِذَا حَزِنَ النَّاسُ وَقَرَأَ هٰذِهِ الْآيَةَ ( أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

Tejemahannya:

Umar bin Khatthab pernah berkata, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat beberapa manusia yang bukan para Nabi dan bukan orang-orang yang mati syahid. Para Nabi dan orang-orang yang mati syahid merasa iri kepada mereka pada hari Kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah Ta’ala.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan menceritakan kepada kami siapakah mereka?”

Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai dengan ruh dari Allah tanpa ada hubungan kekerabatan di antara mereka, dan tanpa adanya harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka adalah cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut ketika orang-orang merasa takut, dan tidak bersedih ketika orang-orang merasa bersedih.”

Dan beliau membaca ayat ini:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus: 62).” (HR. Abu Daud No. 3527).

Hukum Mengucapkan Ana Uhibbuka Fillah

Meskipun dalam Islam dianjurkan menyatakan cinta karena Allah kepada saudaranya/sesama hamba Allah SWT. Tapi, tentu saja ucapan tersebut tidak dinyatakan pada lawan jenis (bukan mahram). Karena dikhawatirkan timbul fitnah/prasangka yang tidak baik di balik perkataan tersebut.

Kalimat Ana Uhibbuka Fillah hanya dianjurkan diucapkan oleh laki-laki kepada laki-laki, dan wanita kepada wanita dengan catatan tidak menimbulkan prasangka yang buruk/tidak baik di hati keduanya.

Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menganalogikan hukum ini dengan hukum menjawab salam. Seorang laki-laki menjawab salam yang diucapkan oleh seorang perempuan hukumnya wajib.

Tapi, jika perempuan tersebut seorang gadis remaja berpotensi menimbulkan fitnah, atau orang yang menjawab salamnya juga berpotensi terkena fitnah, maka mengucapkan salam ataupun menjawabnya hukumnya menjadi makruh.

Mazhab Maliki, Syafi’I dan Mazhab Hanbali sepakat mengenai hal ini. Sementara dalam mazhab Hanafi, seorang laki-laki boleh menjawab salam yang diucapkan oleh seorang perempuan jika ia dapat selamat dari fitnah, dan seorang perempuan boleh menjawab salam yang diucapkan oleh laki-laki jika ia dapat selamat dari fitnah. Namun dalam hal ini mazhab Syafi’i tetap menghukumi haram menjawab salam tersebut. (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-kuwaitiyah, 25/166).


Jika kita ragu, apakah arti ana uhibbuka fillah kepada lawan jenis berpotensi menimbulkan fitnah atau tidak, maka sikap terbaik kita adalah meninggalkannya. Sebagai usaha menghindari dampak buruk/kurang baik yang mungkin terjadi.

Leave a Comment